JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Smartcard BST Bakal Diperbanyak

Smartcard BST Bakal Diperbanyak

315
Batik Solo Trans
Batik Solo Trans

BANJARSARI-Fasilitas smartcard Batik Solo Trans (BST) akan diperbanyak, menyusul bertambahnya armada bus untuk Koridor I dan II pada tahun ini.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Angkutan, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Sri Indarjo, saat ditemui Joglosemar, di ruang kerjanya, Senin (11/3). Ia mengatakan, penambahan jumlah mesin smartcard tersebut dipicu bertambahnya jumlah armada BST.

”Jadi, kalau armadanya bertambah, otomatis fasilitas smartcard sebagai pengganti alat pembayaran yang sah untuk BST juga harus diperbanyak,” katanya. Mesin smartcard di BST Koridor I akan ditambah sebanyak lima hingga delapan unit.

Kemudian, untuk Koridor II akan ditambah 22 mesin smartcard sesuai jumlah armadanya. Selain memperbanyak fasilitas tersebut, pihaknya juga akan mengevaluasi fungsi smartcard secara menyeluruh.

Ia mengakui, selama ini mesin smartcard yang tertempel di salah satu sudut ruang BST tersebut  mudah rusak. Karena kerap terkena getaran mesin yang sangat kuat.  ”Kami akan mengganti beberapa mesin yang tidak bisa berfungsi karena sering error,” jelasnya.

Kata Indarjo,  ada sebanyak 15 bus yang telah dipasang smartcard. Namun, sekitar empat unit di antaranya telah rusak. Dulu, pengadaan fasilitas smartcard merupakan hasil kerja sama dengan empat perbankan umum di Solo. Yakni, BNI, BRI, Bank Mandiri dan BCA. Keempat bank, kemudian mulai menyosialisasikan fungsi penggunaan smartcard kepada masyarakat Solo secara berkelanjutan.

Akan tetapi, ia merasa sosialisasi yang dilakukan itu masih sangat kurang. Contoh, fungsi saldo smartcard masih terbatas. Untuk itu, pihak bank diimbau lebih mendalam dalam menyosialisasikan smartcard kepada warga Solo.

Sebab, dari pengalaman sebelumnya, sosialisasi fasilitas seperti itu membutuhkan waktu puluhan tahun seperti saat booming kartu kredit pada awal 1980-an silam. ”Akibatnya, banyak orang yang belum tahu betul pentingnya menggunakan smartcard untuk membayar jasa perjalanan di BST. Peminatnya, masih sedikit. Penumpang BST banyak yang memilih membayar manual. Karena itu, kita akan mengundang  perbankan dan pihak ketiga untuk aktif memperbaiki kerusakan mesin yang ada di tiap bus,” paparnya.

Fariz Fardianto

BAGIKAN