Solar Langka, SPBU Dipenuhi Antrean Truk

Solar Langka, SPBU Dipenuhi Antrean Truk

575
LANGKA - Puluhan truk mengantre di SPBU Jonggrangan, Klaten, Jumat (29/3). Kelangkaan BBM jenis solar di Klaten berdampak pada menumpuknya antrean kendaraan berbahan bakar solar di sejumlah SPBU di Klaten yang masih memiliki stok solar Joglosemar|Angga Purnama
LANGKA – Puluhan truk mengantre di SPBU Jonggrangan, Klaten, Jumat (29/3). Kelangkaan BBM jenis solar di Klaten berdampak pada menumpuknya antrean kendaraan berbahan bakar solar di sejumlah SPBU di Klaten yang masih memiliki stok solar
Joglosemar|Angga Purnama

KLATEN – Antrean truk dan kendaraan berbahanbakar solar terlihat di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di wilayah Klaten, Jumat (29/3). K ondisi ini merupakan dampak kelangkaan solar di Klaten sejak sepekan terakhir.

Puluhan truk itu terpaksa hanya diparkirkan saja di pelataran parkir dan di depan SPBU karena tidak bisa mendapatkan solar di Klaten. Bahkan, demi mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) ini, para sopir truk rela mengantre semalaman di SPBU yang masih memiliki stok solar.

Suroso, salah seorang supir truk yang menunggu di SPBU Jonggrangan bahkan mengaku sudah menunggu sejak Subuh untuk mendapatkan solar. “Saya terpaksa berhenti di sini karena kondisi solar di tangki sudah sangat minim, sedangkan saya masih harus melanjutkan perjalanan menuju wilayah Purwodadi. Dan informasi dari teman, SPBU sepanjang perjalanan juga sudah tidak menyediakan solar lagi,” ujarnya kepada Joglosemar.

Hal senada disampaikan Hariyanto yang terpaksa mengantre solar untuk digunakan mengantar furniture ke luar kota. “Saya harus mengantar barang ke Salatiga, tapi sepanjang jalur Yogya-Solo, hanya SPBU ini yang masih ada stok solar, itu saja masih harus antre panjang. Padahal sudah lebih dari 5 SPBU yang saya datangi,” tuturnya waktu mengantre di SPBU Jongrangan.

Sementara itu, pengawas SPBU Karang, Delanggu, Joko Budi Prayitno, mengatakan pihaknya sudah kehabisan stok solar sejak tiga hari lalu. Padahal pihaknya sudah memesan kepada pihak Depo Pertamina untuk pengiriman stok solar, namun belum ada kepastian pengiriman.

Joko mengatakan, stok yang diterima SPBU di wilayah Klaten hanya 8.000 liter dalam sekali pengiriman. Menurutnya, jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan jumlah stok solar dalam sekali pengiriman sebelum adanya pembatasan solar bersubsidi. “Jumlahnya dikurangi 50 persen. Sebelum adanya pembatasan, rata-rata stoknya 16.000 liter,” paparnya.

Angga Purnama

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR