JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Solo Digital Printing Expo Targetkan Transaksi Rp 15 Miliar

Solo Digital Printing Expo Targetkan Transaksi Rp 15 Miliar

425
BAGIKAN
MEMBUKA-Ketua Kadin Solo, Sri Haryanto (tengah) didampingi Ketua DPC PPGI Kota Surakarta, S.Haryadi (dua dari kanan) memotong pita bunga sebagai simbolis membuka Solo Digital Printing Expo (SDPE) 201 di  Diamond Convention Center, Solo, Rabu (21/3). Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
MEMBUKA-Ketua Kadin Solo, Sri Haryanto (tengah) didampingi Ketua DPC PPGI Kota Surakarta, S.Haryadi (dua dari kanan) memotong pita bunga sebagai simbolis membuka Solo Digital Printing Expo (SDPE) 201 di Diamond Convention Center, Solo, Rabu (21/3). Joglosemar|Budi Arista Romadhoni

SOLO- Solo Digital Printing Expo (SDPE) yang digelar di Diamond Solo Convention Center pada 21 hingga 24 Maret di target bisa mencatat transaksi hingga Rp 15 miliar. Pihak penyelenggara, Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Kota Solo yang bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo mengaku sangat optimis target yang ditetapkan tersebut terealisasi.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPGI Kota Solo, S Haryadi. Ia mengatakan, pameran grafika merupakan program kerja tahunan yang digelar oleh DPC PPGI Kota Solo. Dan untuk SDPE ini merupakan pameran ketiga yang dihelat oleh DPC PPGI Kota Solo.

“Dan untuk tema yang kami angkat di setiap tahunnya selalu berbeda-beda. Saat pameran pertama tahun 2010 lalu temanya yaitu Solo Grafika Expo dan di tahun 2011 mengangkat tema Solo Graphic Suplly,” terang S Haryadi di sela-sela acara pembukaan SDPE di Diamond Solo Convention Center, Kamis (21/3).

Lanjut S Haryadi, untuk skala pameran yang dihelat oleh DPC PPGI Kota Solo ini adalah nasional. Tak heran baik itu peserta pameran maupun pengunjung tidak hanya berasal dari eks Karesidenan Surakarta dan Jawa Tengah melainkan dari seluruh Indonesia. “Kami memiliki rencana untuk membuat pameran yang berskala internasional. Namun lantaran mesin cetak itu besar-besar sehingga dibutuhkan tempat yang besar. Sehingga di Solo ini belum ada lokasi yang kami nilai representatif,” imbuh S Haryadi.

Sementara itu, Ketua Panitia SDPE, Karunya Budhyawan menambahkan, SDPE ini merupakan pameran grafika yang memfokuskan pada perkembangan teknologi grafika digital yaitu mulai dari prepres, produksi hingga finishing. “Pameran ini merupakan pameran grafika digital yang pertama dan terbesar di Wilayah Jawa Tengah-Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya,” ujar Karunya.

Lanjut Karunya, pameran SDPE ini menempati area seluas 1.350 meter persegi yang terdiri dari 50 stan dengan 33 perusahaan penyedia teknologi dan bisnis digital printing. Pameran ini diikuti oleh perusahaan penyedia teknologi dan bisnis grafika. Di antaranya mesin, large format printer, laser plotter, sign & led, digital textile printing, DTG, heat transfer, cetak fotografi & photobook, finishing, bahan kertas, tinta, media dan suku cadang, jasa cetak digital printing, jasa keuangan, jasa desain serta lembaga pendidikan.

Kemudian untuk merek mesin yang turut dalam SDPE ini di antaranya PT Mimaki Indonesia, Hana Grafika, Print-mate, Admart, Central SPS, Konica Minolta, Nagasaki, Paperku, Sigma, PT Dell Pan Tunggal, Kong, Grafa, Cahaya Harapan, Dinamika Sahabat Perkasa, Indokarta, Maxipro dan sebagainya.

“Salah satu tujuan kami melaksanakan pameran SDPE ini adalah untuk menjadi media komunikasi aktif antara produsen dengan konsumen agar terjadi interaksi positif dan menguntungkan, sehingga bisnis grafika terus tumbuh dan berkembang,” kata Karunya.

Sedangkan Ketua III Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPGI Jawa Tengah, Supandi menuturkan, bahwa keberadaan DPC PPGI Kota Solo ini memang tergolong maju jika dibandingkan dengan cabang-cabang lainnya. Karena untuk sekelas DPC, belum ada yang berani menggelar pameran kecuali DPC PPGI Solo. “Semoga DPC PPGI Solo ini bisa menjadi contoh bagi DPC-DPC PPGI lainnya,” ujar Supandi.  Dwi Hastuti