JOGLOSEMAR.CO Foto SONGSONG Seribu Hari Mbah Gesang Dengan Gambar Dan Nyanyi

SONGSONG Seribu Hari Mbah Gesang Dengan Gambar Dan Nyanyi

457
BAGIKAN
SERIBU HARI MENINGGALNYA GESANG--Sejumlah siswa SD Nayu Barat 2 menggambar wajah maestro keroncong Indonesia, Gesang di Nayu Timur, Nusukan, Banjarsari, Solo, Rabu (6/3). Kegiatan menggambar wajah Gesang itu dilakukan dalam rangka memperingati seribu hari meninggalnya maestro keroncong yang menciptakan lagu Bengawan Solo tersebut. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
SERIBU HARI MENINGGALNYA GESANG–Sejumlah siswa SD Nayu Barat 2 menggambar wajah maestro keroncong Indonesia, Gesang di Nayu Timur, Nusukan, Banjarsari, Solo, Rabu (6/3). Kegiatan menggambar wajah Gesang itu dilakukan dalam rangka memperingati seribu hari meninggalnya maestro keroncong yang menciptakan lagu Bengawan Solo tersebut. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SOLO – Puluhan siswa SDN Nayu 2 nampak asyik menggambar wajah Mbah Gesang sang maestro keroncong Solo yang terkenal dengan Lagu Bengawan Solo yang liriknya Mengalir sampai jauh itu. Sebelumnya mereka menulis lirik lagu Bengawan Solo, kemudian menyanyikannya sebanyak 3 kali. Menurut Mayor Haristanto sang inisiator kegiatan ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini untuk menyongsong genap seribu hari meninggalnya Mbah Gesang yang tepatnya di hari Senin nanti. “Ini anak-anak menggambar wajah Mbah Gesang dengan harapan anak-anak mengidolakan tokoh, pahlawan dan seniman yang dekat dengan mereka bukanya Justin Bieber,” katanya pada Joglosemar, Rabu, (6/3).

Kata Pak Mayor, peringatan seribu hari Mbah Gesang masih akan dilanjutkan nanti di acara Car Free Day dengan memajang lukisan, lirik lagu Bengawan Solo dan Piagam Penghargaan Mbah Gesang. “Agar masyarakat Solo mengetahui, ingat dan juga cinta dengan tokoh lokal dan bisa terkenal di dunia Internasional ini,” imbuhnya.

Sementara Darmadi, Kepala Sekolah SDN Nayu Barat 2 ini menanggapi positif kegiatan untuk siswa kelas V yang dilakukan di Markas Besar Republik Aeng-Aeng ini. Kegiatan ini melibatkan 33 siswa untuk menggambar wajah Mbah gesang, hal ini bertujuan untuk mengenalkan tokoh Solo, agar anak-anak bangga dengan prestasi dan karya-karyanya sehingga mereka bisa meniru. “Ini juga merupakan pendidikan karakter agar anak cinta budaya dan bangsa dengan cinta tokoh, bisa menghargai karya sehingga anak-anak bisa meniru dan melanjutkan,” ungkapnya.

Ketika tengah asyik menggambar, Afriyani Wahyuningrum (10) menceritakan bahwa Ningrum sedang menggambar wajahnya Mbah Gesang. “Mbah Gesang itu yang membuat lagu Bengawan Solo. Lagunya bagus dan aku senang menyanyikannya, di sekolah juga sering diajari nyanyi lagu ini,” katanya sambil terus menggambar. Kemudian, setelah selesai menggambar mereka menunjukkan hasilnya pada wartawan sambil berjajar dan menyanyikan lagu Bengawan Solo secara serentak, menggema mebelah jiwa. Membuat yang mendengarnya timbul rasa rindu pada sang maestro kroncong itu. Semoga kau damai di sana mbah.

Ahmad Yasin Abdullah