JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Sragen Siapkan Lahan untuk Relokasi Industri

Sragen Siapkan Lahan untuk Relokasi Industri

968
BAGIKAN

Total lahan untuk investasi lebih dari 300 hektare tersebar di beberapa wilayah

Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen sudah menyediakan lebih dari 300 hektare lahan di zona industri untuk menampung minat investor yang mulai mengalir ke Sragen. Selain kemudahan berinvestasi, Pemkab juga terbuka serta menyambut baik rencana sejumlah pengusaha Jakarta, termasuk dari PT TPS Food Tbk yang akan menarik investasinya untuk dialihkan ke Bumi Sukowati.

Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Sragen, Tugiyono mengungkapkan untuk lahan investasi, Pemkab sudah memiliki beberapa titik kawasan yang disiapkan untuk investor yang akan menanamkan investasi. Total lahan untuk investasi lebih dari 300 hektare tersebar di beberapa wilayah di antaranya, Kecamatan Kalijambe, Cemeng Kecamatan Sambungmacan, Klandungan Kecamatan Ngrampal dan sebagian kecil di wilayah Duyungan serta Purwosuman Kecamatan Sidoharjo.

Sesuai Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) No.11/2011, lahan-lahan tersebut memang sudah diproyeksikan untuk kawasan industri. Sehingga, jika ada investor yang melirik, Pemkab akan mengarahkan untuk memilih di antara kawasan tersebut.

“Untuk zona industri, yang paling luas di Kalijambe ada sekitar 200 hektare, lalu di Cemeng dan Klandungan masing-masing sekitar 50 hektare dan sisanya sebagian kecil ada di sisi barat Pabrik BATI dan di Duyungan yang di tepi jalur Solo-Sragen,” papar Tugiyono, Rabu (27/3).

Menurutnya, Pemkab memang menerapkan prinsip terbuka atau welcome terhadap arus investasi yang masuk. Kendati begitu, para investor juga diharapkan tidak meninggalkan aturan mulai dari kesesuaian lahan dengan zona industri di Perda RTRW, memperhatikan dampak lingkungan, penyerapan tenaga kerja lokal hingga pengupahan yang sesuai upah minimum kabupaten (UMK).

Untuk mencegah terkikisnya lahan lestari akibat investasi besar-besaran, Pemkab nantinya juga akan membatasi masuknya investor apabila lahan industri yang tersedia sudah habis.

“Istilahnya kita terbuka dan pro investasi tapi juga tidak asal ngawur serta tetap berpedoman pada Perda RTRW,” terangnya.

Mengenai wacana pengelola PT Tiga Pilar Sakti (TPS) Food Tbk yang akan memindahkan pabriknya yang ada di Cilegon ke Sragen, Tugiyono juga mengaku secara prinsip Pemkab sangat welcome.

Namun, sejauh ini, belum ada permohonan resmi dari pihak pengelola pabrik tersebut. Ditambahkan, selain TPS Food, sejumlah investor luar Sragen juga sudah ancang-ancang menanam investasi. Di antaranya investor yang akan membangun pabrik garmen di Kalijambe, pabrik plastik di Krikilan Masaran, pabrik kosmetik dari Jakarta, perusahaan agro di Masaran meskipun semuanya baru dalam tahap konsultasi awal.

(Wardoyo)