JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Suara Antikekerasan dari 1.000 Anak Muda

Suara Antikekerasan dari 1.000 Anak Muda

436
BAGIKAN
KAMPANYE ANTI KEKERASAN-Ribuan remaja menggelar aksi kampanye anti kekerasan dengan melepaskan balon sebagai wujud ekspresi sebuah kebebasan di Car Free Day Jalan Slamet Riyadi, Minggu (17/3). Joglosemar/Yuhan Perdana
KAMPANYE ANTI KEKERASAN-Ribuan remaja menggelar aksi kampanye anti kekerasan dengan melepaskan balon sebagai wujud ekspresi sebuah kebebasan di Car Free Day Jalan Slamet Riyadi, Minggu (17/3). Joglosemar/Yuhan Perdana

Pagi itu, ribuan anak muda mulai memadati car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Minggu (17/3). Mengenakan kaus putih bertulis Hits Without Violence, mereka terus memacu langkah menyusuri ruas jalan protokol Solo itu.

Sejatinya, ribuan anak muda itu sedang beraksi dalam fun running atau jogging massal yang digelar sebuah stasiun radio swasta. Mereka memulai aksi jalan kaki itu dari Bundaran Gladag hingga Plaza Sriwedari.

Aksi bernama Hits Without Violence Part 2 tersebut diikuti lebih dari 1.000 peserta. Tujuannya, untukk menginspirasi anak muda agar gaya hidup antikekerasan dibudayakan. Mereka menyerukan gaya hidup sehat, positif, dan sportif.

”Sekitar 1.000 peserta berpartisipasi dalam acara ini.  Mereka berlari bersama–sama dengan membawa pesan positif dalam setiap kegiatannya. Dengan aksi ini pula diharapkan masyarakat dapat menangkap pesan yang ingin kita sampaikan,”kata koordinator acara, Annas Habibi.

Selain untuk memperingati ulang tahun salah satu stasiun radio swasta, aksi massal kampanye antikekerasan itu, kata Annas dilatarbelakangi kondisi generasi muda Indonesia saat ini yang cukup memprihatinkan.

Pihaknya mencemaskan, para generasi muda yang bakal jadi calon pemimpin bangsa justru terjerumus dalam hal–hal negatif. Seperti tawuran antarpelajar, seks bebas, penyalahgunaan Narkoba, dan tindakan kekerasan lain. ”Hal–hal negatif seperti itu dapat menurunkan kualitas etika dan moral anak muda itu sendiri. Jadi diharapkan dengan gaya dan perilaku hidup sehat serta pikiran positif dapat menangkal hal–hal negatif tersebut,” paparnya.

Salah satu peserta aksi Hits Without Violence, Ken Eka (21), menyambut baik aksi anak muda antikekerasan itu. ”Acaranya bagus dan sangat inspiratif. Karena memberikan wawasan baru anak muda untuk mengubah pola hidupnya jadi lebih baik,” katanya.

Ia berharap gerakan antikekerasan pada anak muda tidak hanya sekadar seremoni saja. Tapi juga ditindaklanjuti dengan aksi nyata. Aksi Hits Without Violence sendiri digelar serentak di delapan kota besar di Indonesia. Yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Makassar, dan Medan. Ronald Seger Prabowo