Sudah 33 Aset Djoko Disita KPK

Sudah 33 Aset Djoko Disita KPK

290
KPK sita mobil Djoko Susilo
KPK sita mobil Djoko Susilo. (ant)

JAKARTA – Jumlah aset milik Irjen Djoko Susilo yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti beranak pinak. Untuk sementara, totalnya mencapai 33 aset, belum termasuk tiga buah SPBU dan empat mobil mewah.

“Sebagian tercatat 26 aset dalam bentuk tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa kota,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Rabu (13/3).

Namun Johan mengaku belum mengetahui berapa jumlah nilai dari kekayaan Djoko yang disita KPK. Penyidik juga masih terus menelusuri kemungkinan penyitaan aset-aset lainnya.  Di luar itu, lima bidang tanah milik keluarga Djoko Susilo yang tersebar di Kota Madiun, Jawa Timur juga disita KPK terkait kasus tindak pencucian uang.

Pemblokiran atas tanah itu diketahui dari surat KPK.R.133/20-23/02/2013 yang ditujukan dari KPK untuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Madiun pada akhir Februari 2013. “Sesuai surat yang kita terima dari KPK akhir Februari lalu, kita telah memblokir aset-aset milik keluarga Djoko Susilo yang ada di Kota Madiun. Dari hasil inventarisir yang kami lakukan ada lima bidang tanah yang diblokir,” jelas Kasubag Tata Usaha BPN Kota Madiun Sukamto, Rabu (13/3).

Baca Juga :  Dalam Sepuluh Tahun, 47 Persen Mata Air di Eks Karesidenan Surakarta Hilang

Sukamto menjelaskan, maksud pemblokiran aset tanah itu, artinya untuk jangka waktu tertentu tanah itu tidak bisa dialihkan. Dalam status diblokir, aset tersebut tak bisa dialihkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Pemblokiran bisa dibuka kembali, hanya oleh pihak KPK sendiri,” ujarnya.

KPK juga memberi sinyal akan melakukan penyitaan lagi sejumlah aset Irjen Djoko Susilo. Tapi KPK belum mau membuka jenis aset yang akan disita itu. “Ada informasi, tapi saya nggak tahu, ada beberapa. KPK akan membawa kasus-kasus ini ke UU TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang). Kita sudah tahu aliran-alirannya. Kita punya data,” kata Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja di sela-sela diskusi ‘Membangun Akuntabilitas Partai Politik’ di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (13/3).

Selain menyita beberapa aset milik Djoko Susilo, KPK juga tetap melakukan pemeriksaan terhadap  pihak-pihak terkait. Rabu (13/3) kemarin, KPK memanggil Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Pudji Hertanto, terkait penyidikan kasus pengadaan Simulator Surat Izin Mengemudi (SIM).

Baca Juga :  Kepedulian Sido Muncul untuk Pariwisata, Jadikan Rawa Pening Destinasi Wisata Dunia

Pudji Hertanto diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi dan pencucian uang bagi Inspektur Jenderal Djoko Susilo, tersangka utama kasus tersebut. Pudji  yang mengenakan seragam Polisi lengkap, tiba di KPK pukul 10.05 WIB. Namun, dia enggan berbicara lebih jauh soal pemeriksaan dirinya.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Rabu (13/3).

Selain itu, Kapolri Jenderal Timur Pradopo juga menyatakan kesiapannya untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK bila memang keterangannya dibutuhkan dalam mengungkapkan kasus korupsi proyek pengadaan Simulator SIM di Korlantas Polri.

“Ini kan semua proses sedang dilalui. Artinya kenegaraan yang dibutuhkan, siap disampaikan,” kata Timur di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/3).  Okezone | Detik

BAGIKAN