JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Suhu Politik Memanas, SBY Waswas

Suhu Politik Memanas, SBY Waswas

232
BAGIKAN
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

JAKARTA–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan jajarannya bahwa suhu politik jelang Pemilu 2014 semakin memanas. Ada dua hal yang disoroti SBY terkait memanasnya suhu politik tersebut.

“Arena pertama adalah eskalasi meningkatnya suhu politik berkaitan dengan Pemilu. Hampir pasti terjadi. Sebagaimana yang terjadi tahun 2003-2004, dan juga 2008-2009, hampir pasti akan terjadi. Makin dekat dengan masa Pemilu makin eskalatif masa politik kita. Dan kita harus bersiap, dan insya Allah dengan pertolongan Tuhan, kita bisa kelola sebagaimana yang kita lakukan di waktu yang lalu,” jelas SBY dalam pidato pembukaan sidang di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/3).

Hal kedua, lanjut SBY, adalah mengenai ketegangan politik yang terjadi yang dilakukan orang-orang yang tidak berkaitan dengan Pemilu 2014.

“Tetapi arena yang lain yang menjadi topik pemberitaan media massa, menjadi topik perbincangan politik minggu-minggu terakhir ini adalah sebenarnya ya ketegangan poliltiklah, political tension yang sebenarnya tidak terkait dengan pemilihan umum tahun depan. Pelaku-pelakunya kebetulan yang sedang menjadi pembicaraan hangat di arena politik sekarang ini bukan atau tidak sama dengan pelaku politik untuk Pemilu tahun depan,” jelasnya.

“Dan hal begini sangat bisa akan terjadi sampai Pemilu 2014 mendatang selesai. Sama dengan yang tadi itu semua juga harus kita hadapi, kita kelola dengan baik, yang penting dan yang harus kita utamakan adalah kepentingan rakyat kita. Sekali lagi kepentingan rakyat kita. Saya mengajak semuanya juga memiliki pemikiran seperti itu,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, SBY kembali mengingatkan kepada jajarannya agar tetap fokus bekerja di saat suhu politik kian memanas.

“Oleh karena itu tidak berlebihan kiranya kalau saya mengingatkan sungguh pun politik kita akan makin menghangat dan memanas dan eskalatif, tapi jangan pernah kita berhenti, jangan pernah kita lalai untuk menjalankan tugas-tugas kita utamanya mengelola pertanian,” tegas SBY.

SBY mengatakan meski suhu politik meningkat, perekonomian tetap harus dikelola dengan baik. Sebab, masyarakat bisa menjadi benteng ketika terjadi dinamika atau situasi politik yang terjadi di Indonesia.

“Rakyat bagaimana pun manakala kebutuhan sehari-harinya bisa dicukupi dan itu semua itu akan terjadi manakala ekonomi kita dapat kita kelola dengan baik, maka rakyat akan menjadi benteng di negeri kita ini menghadapi dinamika dan situasi politik seperti apa pun. Dan itulah yang hendak kita tuju,” harap SBY.

“Sekali lagi tahun ini dan tahun depan. Bahkan secara khusus saya sebutkan tadi, Wapres juga berada di samping saya, mari kita pastikan APBN ini dikelola dengan benar. Jangan sampai ada missed, jangan sampai ada yang menyimpang, jangan sampai keluar dari apa yang hendak kita bisa capai,” pungkasnya. Detik