Sujiono Enggan Sosialisasi, Ganjar Siap Hapus Outsourcing

    Sujiono Enggan Sosialisasi, Ganjar Siap Hapus Outsourcing

    290

    SEMARANG-Bakal Calon Wakil Gubernur Jateng Sudijono Sastroatmodjo mengaku enggan sosialisasi sebelum secara resmi ditetapkan menjadi calon oleh KPU sebagai peserta Pemilihan Gubernur (Pilgub). Ia meminta kepada tim suksesnya untuk tidak memasang poster di pohon.

    “Sekarang saya ini masih bakal calon, nanti tunggu setelah ditetapkan sebagai calon,” kata Sudijono di Semarang, Rabu (27/3).

    Ia khawatir jika terlanjur menyosialisasikan diri, tetapi justru tidak lolos dalam penetapan oleh KPU. Jika nantinya ditetapkan sebagai calon wakil gubernur oleh KPU pada 11 April, mendatang, ia mengaku akan melakukan sosialisasi secara elegan.

    Ia meminta kepada tim pemenangannya tidak memasang poster dirinya bersama pejabat kini Gubernur Bibit Waluyo di batang pohon. “Saya minta poster tidak dipasang di pohon, itu sama juga dengan menyakiti,” katanya.

    Setelah mendaftarkan diri di KPU, ia mengaku sudah ada kelompok-kelompok yang menyatakan siap untuk mendukung dalam Pilgub mendatang.  Dia  mengharapkan hiruk-pikuk  Pilgub tidak mengorbankan kepentingan yang lebih besar. “Beda pendapat silakan, namun setelah selesai Pilgub ya sudah,” katanya.

    Baca Juga :  Bawa Lari Enam Sapi dan Tipu Belasan Peternak di Tanon, Polres Sragen Kejar Sindikat Ini

    Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo didukung gabungan Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PAN maju dalam Pilgub Jateng, mendatang.

    Sementara itu, Cagub dari PDIP,  Ganjar Pranowo menandatangani kontrak politik dengan Pegiat Gerakan Buruh Jawa Tengah.

    Dalam kontrak politik yang ditandatangani kedua belah  pihak ada poin utama yang harus direalisasikan Ganjar bila terpilih sebagai Gubenur Jawa Tengah, yakni peningkatan kesejahteraan rakyat pekerja. Ini dilandasi Pembukaan UUD 1945 untuk mendapatkan haknya, khususnya pasal 27 ayat (2) dan pasal 33 ayat (1) UUD 1945. “Menjadikan pembangunan dan investasi memiliki korelasi dengan kesejahteraan rakyat, menghentikan praktik pelanggaran sistem kerja kontrak dan outsourcing, serta mendorong kinerja pengawasan dan penyidik PNS Disnakertransduk serta Dewan Pengupahan,” tulis salah satu bunyi kesepakatan kedua belah pihak yang ditandatangani Ganjar Pranowo dan pegiat Gerakan Buruh, Rabu (27/3).

    Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap Ditarget Desember, Tapi Sekarang Baru 22%

    Dalam kontrak politik tersebut, ada dua poin yang harus diwujudkan adalah Saling melibatkan diri dalam proses perencanaan, monitoring dan evaluasi kebijakan ketenagakerjaan maupun yang berpengaruh terhadap tenaga kerja. “Maka buruh Jawa Tengah bertekad memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah 2013-2018, dan sebaliknya Ganjar Pranowo siap untuk melaksanakan kontrak sosial ini,” bunyi kontrak politik tersebut.

    Sementara itu, kisruh PDIP dalam Pilgub Jateng merembet ke GMNI, yang alumninya banyak menjadi politikus PDIP. Sejumlah pengurus cabang GMNI di Jateng mengecam pernyataan Ketua Koordinator GMNI Jawa Tengah Kaneko Gati Wacono mendukung bakal calon gubernur Jawa Tengah Hadi Prabowo-Don Murdono. “GMNI tidak mendukung atau memihak salah satu calon gubernur dan tetap independen,” kata Ketua GMNI Semarang Sonny Sampoerna, seperti dikutip Tempo.co Rabu (27/3).

    Pernyataan Kaneko itu diprotes DPC GMNI Semarang, GMNI Solo, GMNI Magelang, GMNI Purwokerto dan GMNI Tegal.

    Antara | Okezone

     

    BAGIKAN