JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Sumur Tua Masjid Agung Hendak Dipakai

Sumur Tua Masjid Agung Hendak Dipakai

360
BAGIKAN
DIFUNGSIKAN-Kondisi sumur artesis yang berada di tempat wudlu Masjid Agung Surakarta sudah tidak difungsikan sejak tahun 1977, Rabu (6/3). Rencananya pihak masjid akan memfungsikan kembali sumur tersebut. Joglosemar/Yuhan Perdana
DIFUNGSIKAN-Kondisi sumur artesis yang berada di tempat wudlu Masjid Agung Surakarta sudah tidak difungsikan sejak tahun 1977, Rabu (6/3). Rencananya pihak masjid akan memfungsikan kembali sumur tersebut. Joglosemar/Yuhan Perdana

PASAR KLIWON-Panitia revitalisasi dan takmir Masjid Agung Surakara mengkaji pemanfaatan kembali sumur artesis tua di kompleks masjid.

Sumur yang sejak lama tidak dimanfaatkan itu, dulunya jadi sumber air utama di Masjid Agung dan sekitarnya. Ketua Pelaksana Revitalisasi Serambi Masjid Agung, Muhammad Mahmud, mengatakan, wacana memanfaatkan sumur artesis itu, muncul saat rapat beberapa waktu lalu.

Sumur itu masih berpeluang dimanfaatkan lagi, karena suplai air dari tujuh sumur pompa di masjid tertua di Kota Bengawan itu, belum memadai. ”Hasil pembicaraan, mengapa tidak dihidupkan lagi jika memang bisa. Makanya kami kaji dahulu sumur tua itu,” ujarnya, Rabu (6/3).

Menurut Mahmud, tidak keluarnya air dari pipa yang tertanam di bagian dasar sumur peninggalan Paku Buwono X itu, karena ada dua kemungkinan. Yakni pipa untuk aliran air pecah di bagian tengah, atau bagian bawah pipa yang berfungsi menjadi saringan, mampat.

Namun pihaknya berkeyakinan, jika air yang terkandung di dalam perut bumi itu, masih melimpah. “Dengan kajian dan observasi yang melibatkan ahli pengembangan air tanah nantinya, akan dihasilkan keputusan resmi,” imbuh dia.

Kendati demikian, observasi sumur artesis itu belum bisa diputuskan jadwalnya. Sumur itu berdiameter 2,5 meter dengan kedalaman 100 meter. Dalam sehari dapat menghasilkan air puluhan meter kubik. ”Akan sangat bermanfaat bagi masjid ini,” paparnya.

Setelah revitalisasi serambi rampung akhir Maret ini, nasib sumur itu baru bisa diputuskan.”Kami akan membuat tandon air dulu. Jika kepastian untuk pemanfaatan dikantongi, tinggal mengerjakan bagian sumurnya,” imbuh dia.

Sekteraris Takmir Masjid Agung, Abdul Basid membenarkan, jika sumur tua yang dahulunya mengandung air tanah berlimpah itu, akan dihidupkan. Pihaknya juga mendorong pemanfaatan sumur itu, karena bisa menghemat biaya listrik. ”Setiap bulan bisa menghemat Rp 1 juta kan lumayan. Apalagi jika ada pasokan dari sumur artesis itu, tidak ada kekurangan air saat jemaah membludak,” kata Basid. Ronald Seger Prabowo