JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Sumur Warga Tercemar Limbah Ciu BLH Terjunkan Tim

Sumur Warga Tercemar Limbah Ciu BLH Terjunkan Tim

320
BAGIKAN
limbah ciu
limbah ciu

SUKOHARJO- Sumur-sumur warga yang berada di Desa Tegalmade dan Karangwuni Kecamatan Polokarto tercemar limbah ciu atau badek. Air sumur tersebut menimbulkan gatal-gatal di kulit warga.

Salah seorang warga Desa Karangwuni, Sumadi mengaku saat ini limbah ciu tidak hanya berdampak pada lahan pertanian, melainkan sudah mempengaruhi kegiatan sehari-hari. Warga di desanya sudah tidak berani mengonsumsi air sumur untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK). “Limbah ciu sudah masuk ke sumur-sumur warga. Airnya sudah tidak layak minum dan menimbulkan gatal-gatal di kulit,” kata dia di pendapa Kecamatan Mojolaban, pekan lalu.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo segera bertindak  mengatasi masalah badek. Pasalnya, bukan hanya bidang pertanian saja yang menderita akibat badek, melainkan warga yang tidak menahu soal industri kecil itu. “Perajin yang dapat untung, tapi kami yang dapat getahnya. Lantas, siapa yang paling bertanggung jawab dalam masalah ini? Tolong kasihani masyarakat,” ujar dia saat mediasi masalah limbah ciu dengan perajin serta Muspika Mojolaban.

Hal senada disampaikan salah seorang warga Dukuh Nawud, Tegalmade, Setiarman. Dia mengaku, sudah lama tidak menggunakan air sumur untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu membenarkan jika kondisi air di wilayahnya sudah tidak layak konsumsi. “Untuk minum, kami menggunakan air isi ulang dalam galon. Selain itu, kami juga menggunakan air pompa, tidak lagi menggunakan air sumur,” katanya.

Sementara itu, saat dijumpai seusai menghadiri rapat kerja panitia khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2012, Sabtu (23/3) kemarin, Plt Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Joko Triyono menegaskan sudah menerjunkan tim untuk mengecek kualitas air sumur di wilayah yang ditengarai tercemar oleh limbah ciu.

“Kami sudah menurunkan petugas ke lapangan. Petugas akan mengetes kualitas air di sana. Selain itu, kami juga memerintahkan bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk melaporkan apa saja yang ditemui di lapangan setiap bulannya,” ujar dia

Selama ini, lanjut dia, hanya ada laporan per triwulan. Oleh karena itu, pihaknya akan mengintensifkan pengawasan di lapangan melalui laporan itu setiap bulan.

Soal limbah ciu, Joko Triyono menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengolahnya menjadi pupuk. “Selama ini limbah hanya ditampung saja. Nah, nantinya akan diubah menjadi pupuk sehingga tidak menimbulkan masalah seperti ini,” katanya lagi.

Murniati