JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Sutarmin Desak Polisi Tahan Kades Wukirsawit

Sutarmin Desak Polisi Tahan Kades Wukirsawit

456
BAGIKAN

Dianiaya Karena Kasus Hutang Piutang

ilustrasi
ilustrasi

KARANGANYAR—Sutarmin, korban penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Wukirsawit, Kecamatan Jatiyoso, Sutarmo mencari keadilan ke Polres Karanganyar, Jumat (1/3). Ia yang datang seorang diri meminta agar aparat kepolisian segera menahan Sutarmo.

Sutarmin sendiri sudah melaporkan perbuatan Sutarmo pada polisi akhir bulan lalu. Sejumlah pemeriksaan dari pihak kepolisian juga sudah ia jalani. “Saya sudah dimintai keterangan untuk BAP, visum juga sudah ada. Sejak dilaporkan 23 Februari lalu, mengapa Sutarmo tidak ditahan?” ungkapnya di Mapolres.

Jika tuntutan keadilan tidak segera dipenuhi oleh pihak kepolisian, Sutarmin mengancam akan menggelar demonstrasi bersama dengan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Ia menunggu tindakan dari kepolisian maksimal sampai lima hari ke depan. “Jika tidak juga dipenuhi, saya bersama warga LDII di Karanganyar sekitar 2.500 orang akan menuntut keadilan dengan turun ke jalan,” tegasnya.

Terkait kasus penganiayaan tersebut, Sutarmin menjelaskan hal tersebut tidak terkait dengan persoalan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) setempat yang telah memenangkan Sutarmo. Penganiayaan tersebut bermotif hutang piutang.

“Setelah Pilkades itu saya ingin menagih hutang kepada Solikhan sebesar Rp 6 juta. Solikhan ini kader dari Pak Sutarmo ternyata. Saat saya menagih, orangtuanya memukul kentongan hingga warga dan Sutarmo datang. Sutarmo mengusir saya sebelum saya akhirnya dipukuli hingga luka di bagian pipi dan kaki,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Fadli menegaskan saat ini pihaknya masih memproses kasus dugaan penganiayaan tersebut. Pihaknya masih melengkapi alat bukti terkait kasus itu. “Kami masih harus memeriksa saksi-saksi. Untuk hasil visum itu adalah luka ringan. Sedangkan kewenangan penahanan ada di penyidik, tidak bisa dengan mengintervensi seperti itu,” tegasnya. Muhammad Ikhsan