Tangani Putri Cempo, Tambah Bulldozer

Tangani Putri Cempo, Tambah Bulldozer

715
TAMBAH BULDOZER-Sejumlah alat berat saat beroperasi mengeruk tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Rabu (13/3). Dalam waktu dekat ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surakarta akan mengerahkan satu buldozer lagi untuk mengoptimalkan aktivitas pengerukan. Joglosemar/Yuhan Perdana
TAMBAH BULDOZER-Sejumlah alat berat saat beroperasi mengeruk tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Rabu (13/3). Dalam waktu dekat ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surakarta akan mengerahkan satu buldozer lagi untuk mengoptimalkan aktivitas pengerukan. Joglosemar/Yuhan Perdana

BANJARSARI-Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo, dalam waktu dekat mengerahkan satu bulldozer lagi untuk mengeruk sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.

Penambahan satu unit bulldozer untuk mengoptimalkan aktivitas pengerukan sampah yang menumpuk di TPA itu.

Kepala Bidang Persampahan DKP Solo, Sudiyatmo,  mengatakan, alat tambahan itu selama ini mangkrak di DKP. Bulldozer yang akan dijalankan kembali itu, bernomor seri D4, dengan kapasitas pengerukan cukup besar.

”Jadi, nanti setelah satu bulldozer cadangan milik kita itu dihidupkan lagi, berarti total ada dua unit yang bakal beroperasi di Putri Cempo. Sementara ini, kita sedang mempersiapkan tenaga teknis lapangan supaya fasilitas tersebut bisa cepat beroperasi,” katanya, Rabu (13/3).

Baca Juga :  Uniknya “Klinik Pit” Gratis di Solo, Servis Sepeda Bayar dengan Barang Bekas

Rencana operasional satu bulldozer tersebut sebelumnya telah dikaji secara matang. Dia mengaku, sudah membahas hal ini bersama Kepala DKP. Bahkan, bulldozer yang sempat mangkrak itu, sebelumnya nyaris dilelangkan.

”Tapi, akhirnya kami batalkan, karena nilai lelangnya tidak sepadan dengan nilai pengadaan barangnya yang dulu,” katanya. Menurutnya, dengan menambah satu bulldozer lagi, ke depan mampu mengoptimalkan aktivitas pengerukan sampah di Putri Cempo yang kondisinya sudah memprihatinkan.

”Tumpukan sampah di sana, nanti akan dikeruk menggunakan dua bulldozer. Supaya ke depan puluhan ton sampah di sana bisa dibersihkan secara bertahap dan tidak mengotori rumah-rumah warga,” paparnya.

Diakuinya, selama ini memang ketersediaan fasilitas pendukung untuk pengerukan sampah sangat terbatas. Dia merasa cukup kewalahan, membersihkan sampah di Putri Cempo maupun puluhan TPS lainnya di Solo.

Baca Juga :  Gapensi Bantu Rp 200 Juta untuk Rumah Tak Layak Huni di Solo

”Kalau kita telat enam jam mengangkut sampah, maka proses pembersihannya bisa memakan waktu selama dua hari ke depan. Karena saking banyaknya limbah rumah tangga yang berada di wilayah ini,” imbuh dia.

Kendala yang kerap dihadapi, adalah pada musim tanam padi, acara pernikahan dan aktivitas pembangunan rumah. ”Otomatis, kami tidak bisa memaksimalkan operasional 23 truk sampah, sehingga proses pembuangan sampah menjadi tersendat. Kita biasanya, mengeruk sampah di TPS untuk dibuang ke TPA itu tiga kali sehari,” kata Sudiyatmo. Fariz Fardianto

BAGIKAN