JOGLOSEMAR.CO Selonjor Sik Lha dalah Tape Ketan Istimewa

Tape Ketan Istimewa

511
BAGIKAN

TAPE KETAN ISTIMEWAPeristiwa tak terduga ini terjadi beberapa bulan yang lalu. Saat itu hari Lebaran, yang bagi sebagian orang Indonesia merupakan hari yang sangat istimewa. Begitu juga bagi Dul Kenthut. Setelah dua kali lebaran ia tidak bisa pulang kampung, lebaran tahun ini ia menyempatkan diri untuk berlebaran di kampung halaman. Yu Cebret, istrinya, menyiapkan berbagai oleh-oleh untuk keluarga di kampung.

Beruntung bagi Dul Kenthut dan istrinya, mereka bisa sampai di kampung halaman sehari sebelum lebaran tiba. Meski harus berdesak-desakan dengan pemudik lain, hal itu bukan masalah yang mengganggu. Bagi Dul Kenthut dan istrinya, berlebaran di kampung halaman adalah peristiwa yang sangat istimewa.

Kedatangan Dul Kenthut dan istrinya disambut gembira seluruh keluarga. Mereka menikmati malam menjelang lebaran dengan ngobrol ngalor ngidul. Yu Cebret sibuk membantu mertuanya menyiapkan hidangan untuk lebaran.

Singkat cerita, esok hari pun tiba. Suara takbir berkumandang, mengundang umat muslim untuk segera melaksanakan salat Idul Fitri. Begitu juga dengan Dul Kenthut dan keluarganya. Selesai salat Idul Fitri, seluruh keluarga Dul Kenthut saling bermaaf-maafan, kemudian menikmati kue-kue lebaran.

“Le, kalau mau makan sudah siap lho. Ambil sendiri di dapur sana,” kata ibunya.

“Ya, Bu. Nanti kalau sudah pengen makan, saya ambil sendiri,” sahut Dul Kenthut.

Beberapa saat kemudian, perut Dul Kenthut terasa lapar. Ia segera menuju dapur untuk makan. Ia membuka satu persatu tutup panci. Ada opor ayam dan telur rebus, ada sambal goreng, ada juga sayur nangka. Selera makan Dul Kenthut pun membuncah. Ia segera ambil piring dari rak. Saat hendak membuka magic com, ia melihat piring yang dikiranya berisi nasi putih. Ia mengira, ibunya menyiapkan nasi itu untuknya. Ia mengembalikan piring di rak dan meraih piring yang dikiranya berisi nasi tadi. Setelah itu, ia segera mengguyurnya dengan sambal goreng dan opor, kemudian segera melahapnya.

Badalaaa! Kok kecut?” batin Dul Kenthut sambil gebes-gebes dan memuntahkan kembali. Usut punya usut, ternyata isi piring tadi adalah tape ketan, bukan nasi putih.