Telan Kerugian Rp 3 Miliar, KPRI Handayani Dipaksa RAT Minggu Ini

Telan Kerugian Rp 3 Miliar, KPRI Handayani Dipaksa RAT Minggu Ini

255
BUPATI SRAGEN : Agus Fatchur Rahman
BUPATI SRAGEN
Agus Fatchur Rahman

SRAGEN—Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman meminta manajemen dan pengurus Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Handayani segera menggelar rapat anggota tahunan (RAT) dalam pekan ini. Bupati juga meminta siapa pun pengurus atau pihak yang terbukti memberi andil atas kebangkrutan koperasi dengan kerugian mencapai Rp 3 miliar itu, harus dimintai pertanggungjawaban.

“Minggu ini, mau tidak mau pengurus kami minta harus menggelar RAT. Kesempatan satu tahun yang diberikan ternyata malah diulur-ulur dan sampai hari ini belum juga RAT,” papar Bupati saat memberi pengarahan kepada pejabat dan Kades di Pendapa Rumah Dinas Bupati, kemarin.

Bupati mengatakan, desakan RAT itu terpaksa harus disampaikan mengingat polemik pertanggungjawaban keuangan KPRI Handayani sudah sangat mengusik keprihatinannya. Menurutnya, menggantungnya nasib RAT dan pertanggungjawaban atas kerugian Rp 3 miliar yang dua tahun tak kunjung diselesaikan, adalah alasan yang harus segera mendapat jawaban.

Baca Juga :  Belasan Peternak Tanon, Sragen Jadi Korban Sindikat Dagang Sapi Kurban. 3 Peternak Dibuang di Jalan, 6 Sapi Dilarikan

“Bayangkan, mana ada koperasi pegawai yang bangkrut sampai rugi Rp 3 miliar. Dan uang itu semua milik anggota PNS. Makanya kami minta Tim Sembilan juga harus mengusut siapa yang salah agar bertanggung jawab mengembalikan uang itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu juga menginstruksikan agar dilakukan pengamanan terhadap jalannya RAT oleh personel Satpol PP. Setelah RAT digelar dan kerugian Rp 3 miliar dikembalikan, ia juga meminta agar KPRI Handayani lebih baik dibubarkan. Sebagai gantinya, pihaknya sudah meminta agar dibentuk KPRI baru dengan pengurus yang kapabel dan manajemen yang benar-benar tertata.

Sementara, Kabid Koperasi Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sragen, Catur Jatmiko mengatakan RAT menjadi wajib mengingat sudah dua tahun terakhir agenda RAT selalu buyar dan gagal di tengah jalan. Tahun 2011, RAT berantakan sebelum selesai karena anggota memboikot RAT setelah melihat adanya laporan keuangan yang tidak sinkron, serta kerugian miliaran rupiah. Untuk koperasi penggantinya, sudah disiapkan nama KPRI Sedya Rahayu yang sudah proses pengurusan akta notaris.

Baca Juga :  Ditinggal Mudik , Rumah dan 2 Kambing Terbakar

“Kalau soal penutupan, nanti biar selesai dulu permasalahan keuangan dan pengembalian kerugian kepada anggota. Nanti juga dikaji dulu sebelum izinnya kita cabut,” ujar Catur.

Seperti diketahui, KPRI Handayani yang beranggotakan 1.200-an PNS Pemkab Sragen dinyatakan merugi lebih dari Rp 2,3 miliar. Hasil audit independen merumuskan ada tujuh pengurus yang dinyatakan bertanggung jawab atas kerugian, namun hingga kini tak kunjung selesai.

Wardoyo

BAGIKAN