Telinga Lembab Mengundang Jamur

Telinga Lembab Mengundang Jamur

6432
ilustrasi
ilustrasi

Telinga adalah salah indra penting tubuh kita. Dengan telinga kita bisa mendengar berbagai macam suara. Dan jika telinga kita terganggu bisa dipastikan kenikmatan kita mendengarkan berbagai suara akan terganggu. Gangguan pendengaran ada berbagai macam. Salah satunya yang disebabkan oleh jamur.

Dokter Spesialis THT Rumah Sakit PKU Muhammdiyah Surakarta, Dr Yan Wirayudha, SpTHT menjelaskan salah satu gangguan telinga akibat jamur adalah Otomikosis. Yang disebut Otomikosis ini adalah infeksi jamur pada liang telinga. Penyakit ini banyak ditemui di negara-negara tropis seperti Indonesia. “Penyakit ini memang bukan penyakit yang mengancam jiwa tapi penyakit ini cukup mengganggu,” katanya.

Dia mengatakan, jenis jamur yang menyebabkan otomikosis antara lain, jamur jenis Pityrosporum dan Aspergilus. Faktor yang mempermudah pertumbuhan jamur di telinga antara lain karena kelembaban pada liang telinga. Selain tingkat kelembaban yang tinggi di liang telinga, faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya otomikosis ini adalah adanya serumen atau kotoran telinga, tindakan membersihkan telinga yang terlalu berlebihan atau pada mereka yang imunocompromized (daya tahan tubuh yang menurun) dan peningkatan pemakaian antibiotic topical dan steroid. “Kebiasaan mengorek telinga ini jika salah bisa menyebabkan lecet dan menjadi media jamur,” jelasnya.

Adapun gejala yang sering ditimbulkan oleh adanya infeksi jamur ini adalah rasa gatal dan rasa penuh pada liang telinga. Hal ini menyebabkan orang ingin menggaruk atau mengorek liang telinga, sehingga menyebabkan terjadi iritasi di liang telinga atau bahkan luka lecet yang menyebabkan terjadinya peradangan di liang telinga luar.

Dia mengungkapkan, Jamur Pityrosporum dapat menyebabkan timbulnya sisik menyerupai ketombe pada kulit kepala. Kondisi ini dapat menjadi dasar berkembangnya infeksi lain yang lebih berat seperti furunkel (bisul). Berdasarkan sebuah penelitian yang dilaksanakan di Texas, keluhan terbanyak pasien yang datang ke dokter spesialis THT adalah rasa sakit ditelinga yang disebabkan oleh infeksi jamur. Mereka juga mengeluhkan adanya cairan yang keluar dari liang telinga, gangguan pendengaran, rasa penuh pada liang telinga, dan gatal pada telinga. “Kalau sudah parah bisa menyebabkan cairan keluar dari telinga,” ujarnya.

Pada kasus jamur yang hebat, jamur bisa tampak hanya dengan pengamatan mata telanjang dan lampu senter. Jamur akan tampak seperti kapas putih yang memenuhi liang telinga. Bentuk seperti kapas itu adalah hifa dari jamur. Dapat pula berupa gambaran bercak- bercak hitam pada liang telinga yang merupakan spora dari jamur aspergilus niger. “Pada telinga dapat ditemukan sisik berwarna putih, kuning atau hitam,” katanya.

Umumnya Otomikosis dapat sembuh apabila diobati dengan tuntas. Untuk pengobatan sebaiknya mengunjungi Dokter Spesialis THT. Biasanya diperlukan beberapa kali kunjungan ke Dokter Spesialis THT. Dokter THT akan membersihkan jamur pada telinga dengan menggunakan alat vacum khusus dan biasanya akan dioleskan krim anti jamur. “Pembersihan liang telinga akan dilakukan dengan alat penghisap atau suction,” ujarnya.

Pengobatan dari infeksi jamur dilakukan dengan membersihkan liang telinga dengan kasa ataupun pengisap. Pembersihan menggunakan larutan asam asetat 2 persen dalam alkohol, larutan Iodium Povidon 5 persen. Selai itu pengobatan juga bisa dengan tetes telinga yang mengandung campuran antibiotik dan steroid. “Tetes telinga ini biasanya bisa menyembuhkan kandungan iodium povidon 5 persen,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pengobatan juga bisa menggunakan salep anti jamur yang dioles di liang telinga. Terkadang, juga digunakan obat anti jamur yang diberikan secara topikal. Tidak ada konsensus dalam pengobatan otomikosis ini, tetapi beberapa bukti menunjukkan bahwa penggunaan ketoconazole secara topikal memberikan hasil yang baik. “Penggunaan tetes telinga yang mengandung clotrimazole dan econazole selama satu sampai tiga minggu juga memberikan hasil pengobatan yang baik,” paparnya.

Untuk menghindari terjangkit jamur ini sebaiknya liang telinga selalu dijaga agar tetap kering. Tetapi yang terpenting dari semua ini adalah bagaimana kita menjaga kesehatan dan kebersihan diri agar jangan sampai terinfeksi oleh jamur ini ataupun penyakit yang lainnya.Dan mengingat telinga adalah salah satu organ indera yang fungsinya tidak kalah penting dari organ indera yang lain, harus dijaga dan dirawat dengan baik sehingga bisa berfungsi dengan optimal. Tri Sulistiyani

BAGIKAN