JOGLOSEMAR.CO Foto Telkomsel Sangkal Towernya Ilegal

Telkomsel Sangkal Towernya Ilegal

341
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

BANJARSARI-Pihak Telkomsel menyangkal tudingan warga yang menyebut tower telekomunikasi di kampung Jegeran RT001 RW V, Ketelan, ilegal. Telkomsel mengklaim semua izin pendirian tower sudah lengkap dan sesuai prosedur.

Demikian disampaikan Agus B Prasetyono, Coorporate Communication, PT Telkomsel Area Jateng DIY, merespons desakan penghentian operasional tower telekomunikasi dari warga, seperti diberitakan Joglosemar, Jumat (22/3).

Agus menilai, masalah yang muncul itu, sejatinya hanya kesalahpahaman saja. Untuk itu, pihaknya siap mediasi dengan warga di Balaikota Solo. Pihaknya yakin, sebelum tower dibangun, sudah ada diskusi dan komunikasi dengan warga setempat. ”Intinya, dulu itu kita sudah sowan kepada warga Jegeran untuk merealisasikan pendirian tower di kampung tersebut,” katanya, saat dihubungi Joglosemar, Jumat (22/3).

Begitu juga dengan kelengkapan izin operasional tower tersebut. Agus mengklaim semua sudah dapat persetujuannya dari pihak-pihak terkait.  ”Izin pembangunan dan operasional tower kami di sana sudah komplit,” katanya.

Bahkan, pemberian uang kompensasi bagi warga Jegeran yang diusik warga, katanya sudah diberikan. Bentuk riilnya, berupa kontrak kerja sama.

Agus mengaku belum bisa banyak komentar mengenai hal-hal teknis. Dia hanya bisa berjanji, akan menganalisis keberadaan tower di kampung itu sebelum melangkah ke permasalahan selanjutnya.

Analisis teknis lapangan itu perlu dilakukan, untuk mengetahui apakah itu tower jaringan telekomunikasi bersama atau tidak. ”Itu harus dianalisis secara cermat,” jelasnya.

Dia mengatakan, selama ini selalu mengacu pada prosedur pembangunan tower. Kata dia, PT Telkomsel selaku perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia memiliki standarisasi tersendiri setiap mendirikan fasilitas jaringan telekomunikasi di kawasan perkampungan padat penduduk.

”Jadi, kalau memang warga Jegeran memprotes keberadaan tower kami maka itu semua hanya sebuah kesalahpahaman. Untuk itu, jika mereka ingin bertemu dengan kita, ya kita bersedia saja,” jelasnya.

Sebelumnya , warga Jegeran menemui anggota DPRD Solo pada Kamis (21/3). Mereka mendesak operasional tower Telkomsel yang berdiri di kampung itu ditutup lantaran keberadaannya dianggap ilegal.

Desakan tersebut, diungkapkan warga Jegeran setelah bertemu salah satu Anggota Komisi I DPRD Kota Solo, Soni Warsito, Kamis (21/3) lalu. Ketua RT 001/RW V Jegeran, Sutarno, (59), menuntut operasional tower itu ditutup.  Pasalnya, sejak berdiri sejak 10 tahun silam keberadaan fasilitas pemancar telekomunikasi itu tidak pernah mengantongi izin resmi dari Pemkot Solo. Fariz Fardianto