JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tenun Goyor dan Batik Sragen Jadi Unggulan Jateng

Tenun Goyor dan Batik Sragen Jadi Unggulan Jateng

447

MENTERI KOPERARI LAUNCHING 5 PRODUK UNGGULAN JATENG 3SRAGEN—Dua produk kerajinan tradisional asal Sragen, kain tenun goyor dan batik khas Sragen dinobatkan masuk jajaran produk unggulan Jateng yang berpotensi masuk pasar nasional dan internasional. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Syarief Hasan saat meluncurkan program satu desa satu produk (one village one product atau OVOP) di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen, Jumat (22/3).

Dua produk tersebut masuk daftar produk unggulan Provinsi Jateng bersama sejumlah produk kerajinan dari beberapa wilayah. Di antaranya kain tenun troso asal Jepara, kain lurik dari Klaten, kain goyor dari  Pemalang, dan batik khas Surakarta.

Menurut Syarief, produk tenun goyor Sragen merupakan produk tenun yang potensial untuk pasar domestik maupun luar negeri. Bahannya yang halus dan dingin adalah keunggulan yang membuat kualitas tenun goyor layak menjadi produk unggulan Jateng. Pihaknya berharap keberadaan produk dan usaha kerajinan unggulan harus didorong melalui berbagai penguatan, salah satunya program satu desa satu produk.

“Setiap daerah atau desa harus fokus mengembangkan produk yang benar-benar unggul, baik dari sisi kualitas maupun pemenuhan produksi. Dengan begitu, maka produk unggulan ini bisa lebih dikenal dan bisa masuk pasar internasional. Seperti tenun goyor Sragen ini, saya suka karena dipakai dingin,” paparnya.

Selain penguatan modal melalui koperasi dan kredit usaha rakyat (KUR), Syarief juga berpesan agar para pelaku usaha kerajinan bisa menjaga prinsip 3K yakni kualitas, kuantitas, dan Kontinuitas produksi. Dalam kesempatan tersebut, Syarief juga menyerahkan bantuan untuk koperasi dan UKM di Jateng senilai total Rp 5,5 miliar yang terdiri dari KUR Rp 3,33 miliar dan bantuan sosial Rp 2,225 miliar.

Gubernur Jateng, Bibit Waluyo mengatakan launching produk unggulan Jateng itu sebagai bentuk perhatian dari pemerintah pusat kepada pertumbuhan usaha di Jateng. Sementara, Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman menambahkan kain tenun goyor memang kerajinan yang punyai nilai historis dan sudah menembus pasar ekspor, seperti ke Somalia dan negara Afrika lainnya.

Wardoyo

BAGIKAN