JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Tergenang 1,5 Meter, Underpass Terancam Molor Lagi

Tergenang 1,5 Meter, Underpass Terancam Molor Lagi

529
BAGIKAN

Kontraktor Persilakan Dewan Berunjuk Rasa

GENANGAN- Sejumlah pekerja sedang menyedot genangan banjir di lokasi pembangunan underpass Makam Haji, Kartasura, Sukoharjo, Senin (25/3). Joglosemar | Murniati
GENANGAN- Sejumlah pekerja sedang menyedot genangan banjir di lokasi pembangunan underpass Makam Haji, Kartasura, Sukoharjo, Senin (25/3). Joglosemar | Murniati

SUKOHARJO- Pembangunan underpass Makam Haji makin terseok-seok dan terancam mundur lagi. Pasalnya, akibat hujan yang mengguyur area itu sejak Sabtu (23/3) lalu, dasar jalan bawah tanah itu mengalami banjir hingga ketinggian 1,5 meter.

Banjir yang terjadi itu juga diperparah dengan timbulnya tujuh mata air di wilayah pembangunan itu. Alhasil, setiap hari kontraktor harus memompa air yang menggenang di tempat itu. Guna mengantisipasi genangan yang lebih tinggi, PT Dian Previta menyediakan empat pompa air. Namun, banjir yang terjadi pada Sabtu lalu telah merusak satu pompa air.

Penanggung jawab masalah air dalam pembangunan underpass Makam Haji, Agus Widodo mengaku sudah berusaha keras menyedot air di sana. “Hujan deras sejak Sabtu (23/3) lalu membuat banjir underpass. Tapi banjir kali ini juga diperparah dengan keberadaan tujuh mata air,” kata Agus saat ditemui di lokasi pembangunan, Senin (25/3).

Akibat banjir tersebut, pengerjaan di sisi bawah underpass terpaksa belum bisa dilakukan. Dengan begitu, sejumlah pekerja terpaksa dialihkan untuk pengerjaan sisi lainnya. “Ya sedikit banyak mengganggu pembangunan. Pekerja yang bertugas di dasar underpass terpaksa tidak bisa mengerjakan pekerjaan karena terendam banjir,” ujar dia.

Kendati demikian, pihaknya mengklaim bisa menyelesaikan underpass tepat waktu, yakni 15 April 2013. Pertimbangannya, PT Dian Previta tinggal membangun rumah pompa dan pengerasan jalan. “Bisa tercapai. Doakan saja,” kata Agus.

Terkait rencana demo yang akan dilaksanakan oleh Komisi III dengan warga Makamhaji jika pembangunan meleset lagi, ia tak mempermasalahkannya. “Sah-sah saja, yang penting jangan anarkis,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Kartasura, , Baktiyar Zunan menegaskan ia memegang kesepakatan yang dibuat saat rapat kerja antara Komisi III, Kepala Desa Makamhaji, kontraktor, dan PT KAI. “Kita berpedoman di sana, 15 April selesai. Kalau memang warga dan Anggota Dewan akan melakukan demo, kami tidak bisa mencegahnya. Itu hak setiap orang,” kata Zunan saat ditemui seusai menghadiri peresmian Jembatan Abang.

Menurutnya wajar bila warga menggelar demo terkait pembangunan mega proyek itu. Ia menilai saat ini warga merasakan banyak dampak yang ditimbulkan dari proyek yang didanai oleh APBN sebesar Rp 27 miliar itu. Murniati