Tiga Alat Ngadat, Sampah Putri Cempo Meluber

Tiga Alat Ngadat, Sampah Putri Cempo Meluber

542
TAMBAH BULDOZER-Sejumlah alat berat saat beroperasi mengeruk tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Rabu (13/3). Dalam waktu dekat ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surakarta akan mengerahkan satu buldozer lagi untuk mengoptimalkan aktivitas pengerukan. Joglosemar/Yuhan Perdana
Sejumlah alat berat saat beroperasi mengeruk tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Rabu (13/3). Joglosemar/Yuhan Perdana

JEBRES-Tiga alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, rusak. Imbasnya, puluhan ton sampah tak tertangani, hingga meluber ke jalan raya.

Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo pun kebingungan, sehingga akhirnya memutuskan untuk meminjam eskavator ke Dinas Pekerjaan Umum (DKP). Pantauan Joglosemar, ada tiga alat berat di antaranya eskavator dan bulldozer mengalami kerusakan mesin.

Sedangkan satu eskavator diketahui mangkrak. “Hal ini membuat kami jadi kesulitan untuk membersihkan puluhan ton sampah di sini. Selain eskavator, dua bulldozer juga sudah rusak. Sehingga, dari lima alat berat yang ada, hanya dua yang masih bisa dioperasikan,” kata salah seorang pelaksana pengangkutan sampah Putri Cempo yang enggan disebut namanya, Kamis (14/3).

Baca Juga :  Buka Simposium, Presiden Jokowi Ingat Masa Pimpin Solo

Terpisah, Kepala Bidang Persampahan DKP Solo, Sudiyatmo, mengaku, sejak Sabtu (9/3) pekan lalu, telah meminjam satu eskavator ke DPU untuk mengoptimalkan pengerukan tumpukan sampah di Putri Cempo. Menurutnya, hampir semua alat berat di lokasi itu, memang usak. ”Mesinnya sering Ngada,” ujarnya

Saat ini, ketiga peralatan yang rusak itu tidak dioperasikan lagi. ”Kami tidak mau menanggung risiko. Jangan sampai aktivitas pengerukan sampah menjadi terhenti lantaran mesin bulldozer-nya mati mendadak,” kata Sudiyatmo.

Alat-alat berat itu rusak, karena memang usianya sudah tua. Solusinya, kata dia, dibongkar mesinnya atau diganti dengan yang baru. ”Alternatif sementara, kita pinjam ke DPU dulu, hingga batas yang belum bisa ditentukan. Kita memakainya sampai ada alat yang baru. Karena sejumlah alat berat telah rusak parah,” paparnya.

Baca Juga :  Perbaikan Loji Gandrung, Rumdin Walikota Solo, Telan Rp 2,3 Miliar

Peminjaman alat ini, sudah mendesak. Di khawatir, jika sampah tidak segera dibersihkan, bisa meluber ke rumah warga setempat. ”Untuk merealisasikan keinginan tersebut, kita belum lama ini sudah menyampaikan ke DPRD Solo. Kita sudah memaparkan bagaimana situasi dan kondisi di Putri Cempo kepada mereka. Harapan kita, ada bantuan dana untuk pengadaan alat baru,” kata Sudiyatmo.

Jika alternatif perbaikan mesin yang diambil, ia merinci, setidaknya butuh Rp 60 juta untuk membeli spare part dan bagian mesin yang rusak. Waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan alat berat, antara 1,5 bulan hingga dua bulan. Fariz Fardianto

BAGIKAN