JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Tiga Desa Berada di Atas Rongga Luweng

Tiga Desa Berada di Atas Rongga Luweng

385
ilustrasi
ilustrasi

WONOGIRI-Tiga desa/kelurahan di Kecamatan Giriwoyo berada di atas rongga luweng. Keberadaan rongga itu berpotensi menimbulkan retakan tanah yang membahayakan kehidupan di atasnya.

Camat Giriwoyo, Sariman mengatakan, tiga desa/kelurahan itu adalah Guwotirto, Tirtosuworo, dan Girikikis. Salah satu rongga yang akhirnya membentuk rekahan tanah adalah yang terjadi di Lingkungan Tameng, Girikikis beberapa waktu lalu.

“Meski begitu untuk Desa Guwotirto dan Tirtosuworo potensinya tidak begitu besar. Dua wilayah itu meski berada di atas rongga, di atas rongga itu banyak batuan besar sehingga lebih kuat penopangnya,” tutur Sariman, Selasa (26/3). “Sementara di Girikikis, di atas rongga berupa tanah sehingga akhirnya terjadilah retakan,” imbuhnya.

Di sisi lain, kondisi bentang alam kawasan karst yang seperti itu juga memberikan dampak positif. Air yang masuk dan mengalir melalui rongga luweng, akan menuju satu titik dan membentuk telaga di bawah tanah.

“Air ini yang bisa diangkat untuk dimanfaatkan warga. Salah satu sumber air yang telah diangkat ada di Dusun Kamalan, Desa Sejati. Selain dikelola oleh PDAM, sebagian air juga untuk irigasi lahan pertanian,” pungkasnya.

Terpisah, Kabid Geologi Air Tanah dan Energi, Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral, Eko Septaningsih didampingi Kasi Geologi Air Tanah, Siti Nurul Chusna mengatakan, Badan Geologi Bandung baru saja meninjau lokasi luweng baru di Girikikis. Namun karena hanya mampir maka alat penelusur rongga bawah tanah tidak dibawa serta.

“Untuk mengukur dan menelusur saluran sungai bawah tanah perlu alat khusus yang bekerja seperti radar. Untuk menggunakan alat itu perlu izin ke Kementerian ESDM. Jadi belum secara detil diteliti, baru mengamati. Akan kami usulkan agar dicek dengan alat itu,” katanya.

Eko Sudarsono

BAGIKAN