JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Tiga Jembatan Bawah Tanah Disiapkan

Tiga Jembatan Bawah Tanah Disiapkan

348
BAGIKAN

Joglosemar/Abdullah AzzamAKAN BERUBAH LAGI - Pengguna jalan melintas di koridor Jalan Sudirman, Solo,  Jumat (15/2).BALAIKOTA-Pemkot Solo berencana membangun tiga Jembatan Penyeberangan Bawah Tanah (JPBT). Lokasinya, di ruas Jalan Slamet Riyadi, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Kolonel Sutarto.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo, Agus Djoko Witiarso, mengatakan, jalur aman bagi pejalan kaki itu, juga untuk mengakomodasi aksesibilitas kaum difabel. Fasilitas itu, juga akan dilengkapi ruang pameran visual. Pembangunan tiga jembatan itu, direalisasikan tahun depan.

Untuk tahun ini, katanya, belum bisa, karena dana di APBD 2013 minim. ”Tahun ini, baru pengajuan anggaran penyusunan Detail Engineering Design (DED)-nya ke APBD Perubahan 2013,” kata Agus, Kamis (28/3).

Kata Agus, lokasi tiga jembatan bawah tanah itu dipilih di ruas jalan protokol, karena, di tiga jalan itu kepadatan lalu lintasnya tinggi. Sejatinya, di salah satu ruas jalan itu, awalnya akan dipasang pelican crossing. Seperti yang diterapkan di Jalan Kolonel Sutarto (depan RS Dr Moewardi). Namun, pelican crossing dinilai kurang efektif. ”Jembatan itu dibangun lebih menonjolkan pada aspek kearifan lokal, sesuai dengan budaya Solo,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan pelican crossing belum bisa menjadi solusi keamanan bagi pengguna jalan. Sebelum muncul ide jembatan bawah tanah, muncul rencana membangun jembatan penyeberangan orang (JPO).

Setelah dievaluasi, JPO belum sesuai filosofi budaya masyarakat Jawa. Bahkan, dianggap merusak estetika tata ruang kota.”Akhirnya ditiadakan,” imbuh Agus. Ia belum bisa merinci anggaran proyek tiga jembatan bawah tanah itu.

Untuk kajian pembuatan jembatan bawah tanah itu, DPU berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Satlantas Polresta Surakarta dan tim ahli transportasi. Semua tim itu akan berkonsentrasi menyusun DED.

”Isi kajian itu, untuk menentukan titik pembuatan JPBT di tiga ruas jalan tersebut. Khusus di Jalan Kolonel Sutarto, DPU membutuhkan izin Pemprov Jateng, terkait pemanfaatan jalan yang statusnya milik Provinsi,” paparnya.

Menurutnya, dari kajian sementara, sebenarnya ada beberapa titik yang layak dibangun JPBT. Di antaranya, di kawasan Telkom menuju BI di Jalan Jenderal Sudirman. Kemudian, depan RS Dr Moewardi di Jalan Kolonel Sutarto, dan depan Solo Grand Mall di Jalan Slamet Riyadi.

Penentuan titik-titik itu, masih bisa berubah berdasarkan rekomendasi dari instansi terkait, dengan pertimbangan kepadatan lalu lintasnya. ”Realisasi JPBT akan menjadi nilai plus pembuatan jalur aman pejalan kaki, khususnya difabel,” katanya.

Adapun Walikota Solo, Hadi Rudyatmo, mengatakan, dibangunnya tiga JPBT itu sebagai upaya meminimalisasi dampak kemacetan lalu lintas. Proyek itu ia anggap lebih efektif dari pada pelican crossing. ”JPBT layak dibangun di depan Solo Grand Mall dan penyeberangan Telkom-BI karena  paling pas dan merupakan kawasan padat kendaraan,” katanya.

Muhammad Ismail