JOGLOSEMAR.CO Foto Total Aset Djoko Sampai Rp 100 M

Total Aset Djoko Sampai Rp 100 M

259
BAGIKAN
KPK sita mobil Djoko Susilo
KPK sita mobil Djoko Susilo

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kemarin sudah menyita sebanyak 33 aset milik mantan Kepala Korlantas Polri, Irjen Djoko Susilo. Dari jumlah aset milik Djoko yang disita tersebut, nilainya hampir mencapai  Rp 100 miliar.

“Aset yang disita dari harta DS diperkirakan hampir mencapai Rp 100 miliar. Ini taksiran sementara,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di kantor KPK, Jakarta, Kamis (14/3).

Meski demikian, dikatakan Johan, KPK saat ini masih terus berupaya menelusuri aset-aset  lain milik Djoko yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi Simulator SIM dan tindak pencucian uang.  “Sampai hari ini upaya penelusuran aset masih dilakukan,” sebut Johan.

Dari total 33 aset yang disita KPK, menurut Johan Budi, sebanyak 26 aset dalam bentuk tanah dan properti, empat  buah mobil, dan tiga  SPBU. Selain itu, KPK juga memblokir sejumlah rekening Djoko yang nilainya diperkirakan di atas Rp 100 miliar.

“Tentu lebih, yang disita saja hampir Rp 100 miliar,” kata Johan.

Saat ditanya mengenai kabar adanya aset milik Djoko Susilo di luar negeri seperti apartemen di Australia, Johan Budi mengatakan, penyidik belum mendapatkan informasi tersebut. Sedangkan rekening milik Djoko Susilo, lanjutnya, ia mengakui bahwa penyidik sudah melakukan pemblokiran.

“Sudah ada rekening yang diblokir. Nanti dicek ada berapa rekening dan berapa nilainya,” jelasnya.

Sementara itu, keluarga Irjen Djoko Susilo membantah aset tanah dan rumah miliknya di Kota Madiun merupakan hasil korupsi simulator SIM dan pencucian uang.  Mereka mempertanyakan pemblokiran yang dilakukan oleh KPK atas tanah-tanah tersebut. Harta yang ada di Madiun dia klaim sebagai milik turun-temurun keluarga besar mereka.

“Jika ada yang mengatakan seluruh aset yang dimiliki keluarga Djoko di Kota Madiun merupakan hasil korupsi, itu jelas salah kaprah. Keluarga kita sudah kaya sejak dulu. Dua orang kakaknya juga Lurah, masing-masing satu periode,” kata keponakan Djoko Susilo, Baraja (48).

Baraja juga menyayangkan tindakan KPK saat diwawancarai wartawan di rumah orang tua Djoko di Jalan Sri Unggul No.1 RT 3 RW 1, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. “Saya prihatin dengan masalah ini dan selama ini tidak pernah ada penyidikan kasus KPK yang seperti ini. Bagi saya Pak Djoko tetap idola,” ucapnya sebagaimana dikutip ROL , Kamis (14/3).

Seperti diketahui, atas perintah KPK, kantor Pertanahan Kota Madiun memblokir lima sertifikat tanah milik tersangka lantaran diduga terkait kasus Simulator. “Sejak tanggal 3 Maret 2013, atas permintaan KPK, kami memblokir 2 SHM atas nama Djoko Susilo, 1 SHM atas nama isterinya, Suratmi dan dua SHM atas nama anaknya, Poppy Pemialya dan Findy Margalena,” kata Kepala Kantor Pertanahan Kota Madiun Sudarmadi, Kamis (14/3).  *** Detik