JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Truk Pasir Dilarang Beroperasi

Truk Pasir Dilarang Beroperasi

612
FREKUENSI TINGGI - Dua orang anak melintas di antara dua truk yang melintas di Jalan Pakis-Wonosari, Rabu (30/1). Tingginya frekuensi kendaraan galian C membuat kerusakan jalan di Klaten. Joglosemar/Angga Purnama
FREKUENSI TINGGI – Dua orang anak melintas di antara dua truk yang melintas di Jalan Pakis-Wonosari, Rabu (30/1). Tingginya frekuensi kendaraan galian C membuat kerusakan jalan di Klaten. Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Mulai hari ini (4/3) Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Klaten mengeluarkan larangan operasional bagi truk pengangkut pasir atau galian C. Larangan tersebut berlaku pada pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB.

Kasatlantas Polres Klaten, AKP Kurniawan Ismail, mengatakan kebijakan tersebut dikeluarkan dengan tujuan memperlancar arus lalu lintas yang dipadati oleh warga yang berangkat bekerja dan sekolah. Menurutnya, pada jam tersebut kondisi lalu lintas di wilayah Klateng cukup padat. “Banyak warga yang mengeluhkan banyaknya truk-truk galian C yang menyebabkan kemacetan. Padahal, kondisi lalu lintas sudah cukup padat bersamaan dengan banyaknya warga yang menuju tempat kerja dan sekolah,” paparnya, Minggu (3/3).

Sebagai langkah awal, pihaknya menggelar sosialisasi di beberapa titik yang banyak dipadati kendaraan muatan galian C itu beberapa hari sebelum penerapan kebijakan tersebut. Sosialisasi juga dilakukan melalui sejumlah spanduk yang terpasang di sejumlah titik seperti di pertigaan Tegalmas-Jogonalan, petigaan Tegalyoso-Klaten Utara, dan  Pakis-Wonosari. “Anggota sudah diterjunkan ke lapangan untuk menyosialisasikan kebijakan baru ini. Pada hari H diharapkan sopir-sopir truk galian C mematuhi kebijakan baru yang diberlakukan,” jelasnya.

Kasatlantas juga menambahkan kebijakan itu bersifat imbauan. Dia mengakui tidak ada payung hukum yang mendasari kebijakan itu. Oleh sebab itu, pihaknya juga tidak berhak memberi surat tilang kepada sopir yang tetap melajukan truknya pada pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB itu.  Kendati demikian, pihaknya akan meningkatkan patroli selama satu jam itu untuk menanggulangi adanya truk yang nekat beroperasi. Kebijakan tersebut belaku di semua ruas jalan di wilayah Kabupaten Klaten. “Kalau ada yang nekat akan kami datangi. Kami akan meminta truk itu berhenti dan menepi dari jalan untuk beberapa saat. Setelah pukul 07.00 WIB, truk itu baru kami persilakan berjalan kembali,” paparnya.

Angga Purnama

 

BAGIKAN