Tujuh Bus Gagal Uji KIR

Tujuh Bus Gagal Uji KIR

1386
UJI KIR-Sejumlah petugas Dishubkominfo Kota Surakarta menggelar uji KIR armada angkutan umum di Terminal Tirtonadi, Jumat (1/3). Sebanyak tujuh bus dinyatakan tidak lolos izin trayek dan tidak bisa melengkapi surat izin mengemudi. Joglosemar/Yuhan Perdana
UJI KIR-Sejumlah petugas Dishubkominfo Kota Surakarta menggelar uji KIR armada angkutan umum di Terminal Tirtonadi, Jumat (1/3). Sebanyak tujuh bus dinyatakan tidak lolos izin trayek dan tidak bisa melengkapi surat izin mengemudi. Joglosemar/Yuhan Perdana

BANJARSARI-Sedikitnya tujuh bus tidak lolos uji KIR atau uji laik jalan yang digelar Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, di Terminal Tirtonadi, Jumat(1/3).

Tujuh bus yang terdiri dari bus Antar-Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) tidak lolos uji KIR, karena selain izin trayek bermasalah, para sopirnya juga tidak memiliki surat izin mengemudi..

Ketujuh bus yang tidak lolos uji KIR tersebut, di antaranya PO Karunia Mulya, PO Nusa, PO Rela, PO Jaya Putra, PO Putra Jaya dan PO Budi Rahayu. Petugas yang menguji bus-bus di jalan kawasan terminal, menemukan beberapa kekurangan di dalam sarana bus.

Bus PO Karunia Mulya dan PO Nusa, ditemukan pemakaian ban vulkanisir. Setelah dicek lebih detail, dua bus masing-masing PO Rela dan PO Jaya Putra juga menggunakan ban vulkanisir. Fasilitas di dalam PO Putra Jaya juga tidak lengkap.

Kemudian, satu bus milik PO Budi Rahayu ditilang, karena pengemudinya tidak bisa menunjukkan STNK. Sri Baskoro, Kabid Lalu Lintas, Dishubkominfo Solo, mengatakan, dalam sesi uji laik jalan kali ini, satu bus ditemukan melanggar izin trayek. Kemudian, ada juga yang STNK-nya mati. Lampu di satu bus lainnya juga diketahui dalam kondisi mati.

Baca Juga :  Begini Jadinya Jika Walikota dan Rio Haryanto Ikut Kelas Inspirasi Solo Mengajar

”Dan empat bus memakai ban gundul dan koplak atau vulkanisir. Sisanya, satu bus milik PO Budi Rahayu, harus ditahan sementara karena surat izin mengemudinya mati semua,” ujarnya, Jumat (1/3).

Sesi uji KIR tersebut penting, untuk mengetahui kesiapan sarana bus kota, AKDP dan bus AKAP beroperasi di jalan raya. Tujuannya, untuk menekan angka kecelakaan beruntun di jalan raya yang disebabkan kurang memadainya fasilitas bus. Seperti, rem blong, lampu mati, maupun mesin mogok di tengah jalan.

Karena itulah, ia berkomitmen akan menindak tegas bagi pengemudi bus yang tidak mampu menunjukkan seluruh kelengkapan surat izin mengemudinya. ”Kalau uji laik jalan sendiri, kami sering mengadakan berkala enam bulan sekali di Dishubkominfo. Kita sering cek kondisi ban dan kampas remnya,” katanya.

Baca Juga :  Kisah Pelatih Paskibraka Kota Solo. Belajar dari Buku, Tegas Terapkan Kedisplinan

Joko Pramono, Kasie Teknik Kendaraan dan Bengkel Dishubkominfo Solo, berujar, dalam uji KIR, pihaknya masih kerap menemukan bus yang tidak laik jalan.  Dalam sehari, pihaknya memeriksa 15 hingga 20 bus. Jenisnya pun bervariasi. Mulai bus kota, AKAP dan AKDP.

Pengecekannya, dilakukan di bagian roda bus, kampas rem, veleg, kebersihan asap di knalpot dan kondisi rangka bagian luar. Tercatat, ada 11 PO AKDP dan AKAP yang rutin menjalani uji KIR. Sedangkan, ada delapan hingga sembilan bus kota yang menjalankan hal serupa.

”Sehari, jumlahnya bervariasi. Sekitar satu atau dua bus. Kalau sudah seperti itu, kita meminta pengemudinya menyervis ulang ke bengkel sebelum menjalani uji KIR lagi di Dishubkominfo. Paling banyak itu ya kondisi rodanya kurang laik jalan,” paparnya. Fariz Fardianto

BAGIKAN
  • robertus ady

    berita sangat jelas