Tujuh Pelajar Cabul Divonis 1,5 Tahun Penjara

Tujuh Pelajar Cabul Divonis 1,5 Tahun Penjara

301

Mereka dinyatakan bersalah dalam kasus pencabulan terhadap teman sekelas mereka, tahun lalu.

TUJUH TERDAKWA-Ketujuh terdakwa yang masih siswa kelas VIII menjalani sidang pembacaan putusan hakim di Ruang III Pengadilan Negeri Wonogiri, Rabu (20/3). Joglosemar | Eko Sudarsono
TUJUH TERDAKWA-Ketujuh terdakwa yang masih siswa kelas VIII menjalani sidang pembacaan putusan hakim di Ruang III Pengadilan Negeri Wonogiri, Rabu (20/3). Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI-Tujuh pelajar kelas VIII SMP di Kecamatan Jatiroto, dijatuhi vonis 1,5 tahun penjara dan denda masing-masing Rp 60 juta, dengan masa percobaan selama dua tahun. Mereka dinyatakan bersalah dalam kasus pencabulan terhadap teman sekelas mereka, tahun lalu. Vonis tersebut lebih ringan enam bulan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang terdahulu.

Ketujuh pelajar tersebut, yakni IW (15), KA (14), DB (14), ED (13), DA (14), SP (15), dan AS (15), seluruhnya hadir dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri, Rabu (20/3).

“Itu artinya jika selama dua tahun ini kalian melakukan misalnya pemukulan kepada teman dan berakhir di kepolisian, maka kalian menjalani hukuman ini. Jadi selama dua tahun jangan sampai terlibat kasus hukum. Contoh lain berjudi. Jika tertangkap tangan maka kalian akan menjalani hukuman ini dan masih ditambah dengan hukuman dari pelanggaran yang satunya,” jelas Hakim Brelly Yuniar Dien Wardi Haskori kepada terdakwa seusai membacakan vonis.

Baca Juga :  Meriahkan HUT RI, Polres Gelar Aneka Lomba

Sementara jika tidak bisa membayar denda yang disyaratkan, ketujuhnya harus mengikuti pelatihan kerja selama 30 hari di lembaga pemasyarakatan.

“Hakim setuju dengan Jaksa Penuntut dan semuanya terbukti mengancam dan memaksa seseorang untuk bertindak cabul. Semoga bisa menjadi pelajaran berharga, siapa tahu justru nanti ada yang minat sekolah di Fakultas Hukum. Kalian masih bisa bersekolah dan beraktivitas seperti biasa, tapi selama dua tahun ini jangan sampai berbuat hal yang melanggar hukum. Memang berat, tapi ini putusan terbaik,” lanjutnya.

Sementara itu baik pihak terdakwa, keluarga, dan penasihat hukum terdakwa menyatakan menerima putusan hakim tersebut. Dari muka ke tujuh terdakwa yang mengenakan baju batik dengan celana pendek sekolah warna biru, tampak wajah-wajah polos menunduk. Beberapa hanya sesekali memandang ke depan dan sering menunduk. Mereka juga diwajibkan membayar biaya perkara masing-masing Rp 2.500.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sri Murni juga menerima putusan itu. “Untuk kasus anak-anak memang sulit. Di satu sisi kami tidak tega, tapi di sisi lain harus menegakkan aturan. Kami menerima putusan itu,” katanya.

Baca Juga :  Pasang Rangka Atap Rumah Warga di Purwantoro, Pemborong Tewas Tersengat Listrik

Seperti diberitakan mereka dinyatakan terbukti melanggar Pasal 82 UU Perlindungan Anak juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 juncto UU Nomor 3 Tahun 1997 tentang pengadilan anak.

Mereka terbukti bersama-sama dengan sengaja melakukan ancaman kekerasan, memaksa anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. Tuntutan JPU saat itu pidana penjara dua tahun dengan denda Rp 60 juta dan masa percobaan selama tiga tahun. Jika denda tidak bisa dibayar harus mengikuti pelatihan kerja di lembaga pemasyarakatan selama 30 hari.

Ketujuh murid ini terlibat pencabulan saat Oktober 2012 lalu memperlakukan teman siswi mereka, TU (14) dengan tidak senonoh. Dengan cara memaksa, mereka memegang dan meraba tubuh korban. Awalnya ada sepuluh siswa yang dilaporkan, namun akhirnya hanya terbukti tujuh siswa. Parahnya, tindakan itu tak hanya dilakukan sekali. Semuanya dilakukan saat istirahat jam pelajaran di dalam ruang kelas. Eko Sudarsono

BAGIKAN