JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Tujuh Rumah Rawan Ambles

Tujuh Rumah Rawan Ambles

281

Sebelumnya, satu rumah telah ambles dan satu lainnya telah dibongkar karena muncul luweng baru di dekat rumah tersebut.

WONOGIRI-Sebanyak tujuh rumah di Lingkungan Tameng, Girikikis, Giriwoyo kini terancam ambles akibat munculnya luweng (gua vertikal) baru. Sebelumnya, satu rumah telah ambles dan satu lainnya telah dibongkar karena muncul luweng baru di dekat rumah tersebut.

Seperti diketahui, luweng itu muncul tak lama setelah lingkungan setempat tergenang air. Genangan itu sendiri timbul karena dua luweng yang ada sebelumnya, tidak maksimal sebagai jalan masuknya air.

Kesimpulan bahwa tujuh rumah rawan ambles diperoleh setelah tim dari Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (PESDM) mengecek lokasi, Kamis (28/2).  PESDM juga akan meminta bantuan Badan Geologi untuk mengecek lebih detil lagi.

“Pada intinya harus dicari jalan agar ke tujuh rumah itu bisa diamankan. Dari posisi luweng baru sepertinya saluran menuju ke tenggara, ke atas bukit. Ada sekitar tujuh rumah yang berada di lintasan itu jika memang benar menuju sungai bawah tanah,” kata Siti Nurul Chusna, Kasi Geologi dan Air Tanah Dinas PESDM mewakili Kepala, Arso Utoro.

Dari pengukuran, luweng yang baru memiliki panjang 11 meter dan lebar 9,5 meter. Karena masih tertimbun bangunan rumah dan tanah, lubang luweng diperkirakan berada di kedalaman sekitar empat meter. “Tujuh rumah yang berada di sisi tenggara luweng baru menunjukkan tanda-tanda bagian tembok retak, bahkan ada yang rumah sudah doyong. Ada pula yang bagian atapnya tidak lurus lagi,” jelasnya.

“Sebagai antisipasi, pihak Badan Geologi akan kami minta bantuan untuk mengecek lebih detil. Kalau memang kemungkinan benar ke arah tenggara, semua rumah tadi sebaiknya pindah,” lanjutnya.

Tiga rumah yang berada di belakang luweng baru, menurut warga juga sempat bergetar tidak lama setelah luweng muncul. Suara gemuruh juga terdengar dari dalam tanah. Dua luweng lama, satu berjarak sekitar 30 meter sebelah luweng baru, dan satu lagi berjarak sekitar 160 meter. “Arah aliran dua luweng lama itu juga ke tenggara, jadi bisa saja kemungkinan yang baru juga,” katanya.

Mantap

Di sisi lain, sebanyak 48 KK di Dusun Kopen, Bero, Manyaran sudah mantap untuk pindah meski pihak Dinas ESDM Provinsi belum menurunkan surat rekomendasi. Kabid Geologi Air Tanah dan Energi, Eko Septaningsih mengatakan warga sudah tidak nyaman bermukim di sana. “Awal 2012 lalu, tanah yang anjlok baru 80 sentimeter, setelah dicek terakhir pada 20 Februari 2013 kemarin sudah 170 sentimeter. Pergerakan ini terus terjadi begitu musim hujan. Yang di atas bukit lebar retakan 60 sentimeter dan dalam sekitar satu meter,” jelas dia.

Hingga kini pun, warga memilih mengungsi ke SDN 3 Bero begitu hujan turun. Mereka baru kembali ke dusun jika hujan tidak lama turun. Eko Sudarsono

BAGIKAN