Underpass Makamhaji Rampung 15 April

Underpass Makamhaji Rampung 15 April

407
SIDAK UNDERPASS- Jajaran Komisi III DPRD Sukoharjo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan underpass di perlintasan Makamhaji, Kartasura, Senin (4/3). Joglosemar/ Murniati
SIDAK UNDERPASS- Jajaran Komisi III DPRD Sukoharjo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan underpass di perlintasan Makamhaji, Kartasura, Senin (4/3). Joglosemar/ Murniati

SUKOHARJO- Pembangunan underpass di perlintasan kereta api Makamhaji, Kartasura direncanakan selesai pada 15 April 2013. Namun sejumlah anggota DPRD Sukoharjo pesimistis jika PT Dian Previta sebagai kontraktor bisa menyelesaikan proyek itu tepat waktu.

Kejelasan mengenai deadline pengerjaan jalan bawah tanah itu didapat dari hasil hearing Komisi III DPRD, Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom), perwakilan dari PT KAI Daops VI Yogyakarta, kontraktor, Camat Kartasura, Lurah Makamhaji serta masyarakat, Senin (4/3).

Dalam pertemuan itu, perwakilan dari PT KAI Daops VI Yogyakarta, Santosa mengatakan, sesuai kesepakatan antara kontraktor dan pemerintah pusat, megaproyek itu selesai pada 15 April 2013. “Pembangunan underpass Makam Haji harus selesai pada 15 April 2013. Namun, dari PT KAI memberikan deadline hingga 30 Maret. Hal ini dilakukan untuk persiapan di lapangan,” kata Santosa.

Pihaknya menjelaskan, waktu 15 April itu sudah termasuk perpanjangan 50 hari sesuai ketentuan yang berlaku. Tanggal tersebut dinilai terlalu lama karena pembangunan jalan tersebut dari awal sudah molor dari jadwal. Sesuai Surat Perintah Kerja (SPK), kontraktor diberikan waktu pengerjaan antara Mei-Juni 2012. “Namun saat itu ada masalah di lapangan, sehingga pada 3 September baru bisa dilakukan penutupan jalan. Artinya, pembangunan underpass baru dilakukan per tanggal itu,” ujar dia.

Sehubungan batas akhir pengerjaaan hingga 15 April, Santosa menyebutkan segera ditindaklanjuti dengan pembukaan jalan di sana. “30 Maret kita deadline karena di tanggal itu kami akan membuka underpass tapi hanya satu jalur, yakni dari Kartasura ke Solo. Ini sebagai tindak lanjut dari protes Pemkot Solo karena Jalan Slamet Riyadi Solo sangat crowded,” kata dia lagi.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III, Nurjayanto menegaskan, bisa atau tidak bisa proyek itu harus selesai. Jika tidak, imbuh dia, akan ada sanksi sosial yang akan diterima oleh kontraktor. “Kami memegang apa yang disampaikan oleh kontraktor dan PT KAI 15 April harus selesai,” kata dia.

Di sisi lain, anggota Komisi III, Timbul Darmanto meragukan proyek itu bisa selesai pada 15 April. Pertimbangannya, masih banyak pekerjaan senilai Rp 27 miliar itu yang belum selesai. “Tidak akan selesai. Wong pekerjaan masih banyak padahal waktunya sangat mepet. Bisa dikatakan tinggal 45 hari,” ujar dia saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) seusai hearing.

Pendapat senada juga disampaikan oleh juru bicara warga Makamjaji, Cucu Suryanto. “Silakan Bapak-bapak melihat sendiri apakah batas waktu itu realistis bisa tercapai atau tidak. Perlu kami ingatkan, apakah masuk akal jika perpanjangan 50 hari itu berlaku hingga 15 April. Jelas itu sudah melewati batas 50 hari, karena pembangunan ini dulunya dibatasi hingga 2012,” katanya. Murniati

BAGIKAN