JOGLOSEMAR.CO Hiburan Selebritis Unek-unek Lewat Back to Basic

Unek-unek Lewat Back to Basic

278
BAGIKAN
Performing Art
Performing Art

Tiga mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melantunkan lagu Indonesia Raya terdengar jelas di pelataran Galeri Seni TBJT, (13/3) malam. Dua mahasiswa diikat dengan sebuah bendera kecil merah putih di kepalanya. Satu mahasiswa mengambil botol dan meminta kedua rekanya meludah ke dalam botol tersebut. Tingkah polah yang dilakukannya ini ingin menggambarkan bagaimana perbedaan jabatan dan kasta masih berlaku di Indonesia.

Yuda Nugraha Jamaludin mengaku performing art yang dirinya bawakan berjudul Hidup dalam keberagaman. Performing art itu dirancangnya, lantaran muak dengan keberadaan koruptor yang sering kali mendapatkan  perlakuan spesial.

“Orang yang satu tujuan saja belum bisa menyatu, apalagi orang yang berbeda tujuan. Tak pantas jika pemerintah di negeri memberikan perlakuan yang spesial kepada pejabat korup yang melanggar peraturan, sebagai contoh korupsi saja. Sudah memakan uang rakyat namun masih mendapat perlindungan,”  ungkapnya.

Lain lagi dengan penampil lainya, Suvi Wahyu Dianto mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Ia memilih tampil sendiri dengan membawa beberapa potongan kardus dan stereofom yang berukuran kecil. Lantas ia mengeluarkan plastik yang berisi tepung terigu yang  digunakan untuk menutupi seluruh badanya.

Ia juga mengambil lipstik yang dicoret ke beberapa wajahnya dan menulis sebuah tulisan Hiduplah Sesuai Porsimu. Dengan melakukan ini dirinya mengaku jika ini bentuk sindirian  kepada manusia yang masih serakah.  “Terkadang hewan ingin menjadi manusia, namun di sayangkan manusia tingkahnya malah melebihi hewan,” katanya.

Agusta Hudatama, Ketua Panitia, mengatakan kegiatan ini masih dalam rangkaian Art Educare #4 Back to Basic untuk memperingati Dies Natalis UNS ke-37. “Malam ini ada puluhan performing art yang tampil. Bukan hanya mahasiswa UNS saja namun semua mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia turut ambil bagian,” ujarnya. Raditya Erwiyanto