UNS Jadi Model Green Campus

UNS Jadi Model Green Campus

496
Joglosemar|Rahayu Astrini GREEN CAMPUS-- Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi, MS (kiri) didampingi Menteri Lingkungan Hidup Prof Dr Balthasar Kambuaya, MBA (tengah)  dan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo berfoto usai penanaman pohon matoa dalam Pencanangan Green Campus di Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (6/3).
Joglosemar|Rahayu Astrini
GREEN CAMPUS– Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi, MS (kiri) didampingi Menteri Lingkungan Hidup Prof Dr Balthasar Kambuaya, MBA (tengah) dan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo berfoto usai penanaman pohon matoa dalam Pencanangan Green Campus di Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (6/3).

SOLO-Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi model pencanangan Green Campus oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (RI). Pencanangan tersebut dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Prof. Dr Balthasar Kambuaya, MBA di kawasan danau UNS, Rabu (6/3).

Bersamaan dengan pencanangan tersebut, dilakukan juga penanaman pohon langka oleh Balthasar, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, dan Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi, MS. Pohon yang ditanam tersebut antara lain pohon matoa, pohon kepel, jambu darsono, dan sirsak. “Pohon Matoa ini dipilih karena kita kaya akan keanekaragaman hayati dari Sabang hingga Marauke. Tidak ada salahnya kita menanam pohon yang berasal dari Papua. Di rumah dinas UNS dua tahun yang lalu sudah pernah ditanam pohon matoa dan ternyata bisa tumbuh,” ungkap Ravik Karsidi.

Program Green Campus yang dicanangkan di UNS merupakan kali kedua dilakukan setelah Universitas Diponegoro (Undip). Di Indonesia ada lima universitas yang menjadi model yakni Undip, UNS, Universitas Hasanudin, Universitas Patimura, dan Universitas Cendrawasih. Kampus-kampus yang menjadi permodelan Green Campus ini, diungkapkan oleh Balthsar harus mampu menerapkan konsep kampus yang ramah lingkungan. “Selain ramah lingkungan, dari diharapkan juga akan muncul pemimpin-pemimpin kita ke depan,” ungkap Balthasar.

Baca Juga :  Meriahnya Ratusan Siswa Ikuti Literasi Bersama Joglosemar di SMPN 1 Masaran Sragen

Menurut Ravik, UNS belum menghitung jumlah pohon yang akan ditanam. Namun, UNS juga bekerja sama dengan Pertamina yang menyumbangkan sebanyak 5.000 pohon untuk UNS. Pihaknya juga bekerja sama dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Solo. Selain itu, pohon-pohon tersebut akan digunakan UNS untuk menghijaukan seluruh kampus yang ada di sembilan tempat “UNS memiiki luas 104 hektare dalam 9 kampus. Kami akan menghijaukan keseluruhannya,” terang Ravik.

Baca Juga :  70 Paskibra Jaten Karanganyar Digembleng 21 Hari

Ravik juga menyebutkan lahan di UNS seluas 1 hektare sudah dihibahkan untuk dijadikan sebagai paru-paru Kota Solo. Saat ini, UNS memiliki wilayah hijau 25 persen. Jumlah ini, termasuk tinggi karena rata-rata kampus di Indonesia kawasan hijau hanya 20 persen. Namun begitu, Balthasar berharap setiap kampus seharusnya memiliki kawasan hijau di atas 30 persen.

Lebih lanjut Asisten Deputi Bidang Peningkatan Peran Lembaga masyarakat, Dodo Sambodo mengungkapkan bahwa kampus yang menjadi model Green Campus ini harus memiliki target pencapaian dengan program-program yang dilakukan. Setelahnya, setiap Desember akan ada rapor bagi kampus.  Sementara ini, hanya lima kampus yang menjadi model pencanangan Green Campus. Namun, ke depan diharapkan kampus-kampus lain bisa menyusul dengan ide-idenya pengelolaan limbah maupun penemuan energi alternatif.

Rahayu Astrini

 

 

 

BAGIKAN