Usai KLB, Persis Tunggu LPIS

Usai KLB, Persis Tunggu LPIS

448

Logo Persis.jpgSOLO – Persis Solo yang berlaga di kompetisi Divisi Utama versi PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) masih menunggu kepastian kompetisi. Pasalnya pasca Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, kejelasan kompetisi yang berada dibawah PT LPIS masih buram.

Selain kemungkinan Divisi Utama LPIS tidak dapat promosi ke Liga Super Indonesia (merupakan nama liga usai penggabungan) tahun 2014 nanti, tim Liga Prima Indonesia (LPI) yang masuk LSI pun sudah ditentukan. Keempat tim LPI yang bakal bergabung yakni tim yang menempati peringkat empat besar dan tidak terlibat dualisme.

Walau pun nasib Divisi Utama LPIS terkatung-katung, akan tetapi Persis Solo versi LPIS masih akan menunggu rapat yang akan dilakukan oleh PT LPIS. “Kita masih akan menunggu rapat yang akan digelar PT LPIS beberapa hari kedepan. Jika kompetisi digelar kita siap,” ujar Manajer Persis LPIS, Joni Sofya Erwandi kepada Joglosemar, Senin (18/3).

Baca Juga :  GP Anshor Nyatakan Siap Kawal Perppu Ormas

Ketika disinggung mengenai peluang untuk unifikasi atau penyatuan dengan Persis Solo versi PT Liga Indonesia (LI), Joni mengaku untuk saat ini tidak bisa dilakukan. “Ya tidak bisa, karena mereka sudah berlaga di beberapa pertandingan di kompetisi Divisi Utama LI,” jelas Joni.

Sementara itu, peluang Persis untuk berlaga di LSI sendiri berada di pihak Persis LI. Akan tetapi perjuang Persis LI sendiri dipastikan tidak akan mudah. Pasalnya dari empat laga yang telah dijalani, skuad Agung Setyabudi dan kawan-kawan itu baru mengumpulkan empat poin dari hasil satu kali menang, sekali imbang dan dua kali kalah. Dilihat dari materi pemain pun, Persis LI hanya memiliki materi pemain yang minimalis.

”Kita tetap berharap, kita bisa bangkit dan bisa terus menang. Untuk tambahan pemain itu sangat perlu, namun tentu kita lihat  perkembangan tim ini seperti apa,” ujar Manajer Persis LI, Totok Supriyanto.

Baca Juga :  Begini Cara Himpunan Ratna Busana Sambut HUT ke-72 RI

Di sisi lain, Walikota Solo yang juga mantan anggota Komite Normalisasi PSSI, FX Hadi Rudyatmo berharap usai KLB, enam anggota Komite Eksekutif (Exco) yang melakukan aksi walk out tidak membentuk organisasi tandingan PSSI seperti KPSI. “Anggota Exco yang meninggalkan ruang sidang itu saya harap jangan membuat ulah yang mengganggu kepentingan merah putih,” katanya.

Rudy  juga berharap PSSI merangkul kembali enam Exco tersebut, yakni Farid Rahman, Sihar Sitorus. Tuty Dau, Bob Hippy, Widodo Santoso dan Mawardi Nurdin. Hal itu untuk mengurangi perselisihan kembali terjadi. “Saya harap PSSI tidak langsung memecat anggota Exco yang meninggalkan ruangan sidang itu. Mereka membuat keputusan meninggalkan sidang ini kan pasti ada dasarnya,” sambung orang nomor satu di Kota Bengawan itu. Suharno

BAGIKAN