JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Wabup Sindir Kepala Sekolah Nyambi Kontraktor

Wabup Sindir Kepala Sekolah Nyambi Kontraktor

370
BAGIKAN
Paryono - Wakil Bupati (Wabup) Karanganyar,
ParyonoWakil Bupati (Wabup) Karanganyar

KARANGANYAR–Banyaknya kepala sekolah (Kasek) yang “kreatif” karena merangkap sebagai kontraktor dalam proyek pembangunan sekolah mendapat sindiran dari Wakil Bupati (Wabup) Karanganyar, Paryono. Orang nomor dua di Karanganyar itu juga menyayangkan fenomena yang sudah menjadi rahasia umum tersebut, lantaran tugas dan kewajiban pokok Kasek bakal terlalaikan.

Menurut Paryono, banyaknya oknum Kasek yang merangkap sebagai kontraktor di sekolahan telah berlangsung lama. “Bayangkan jika kepala sekolah hanya ngurus proposal saja. Bagaimana dengan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya?” ungkapnya, Rabu (27/3).

Jika hal tersebut terus dibiarkan, dikhawatirkan program-program sekolah tidak akan berjalan maksimal. Meski di sisi lain pembangunan fisik di sekolah akan berjalan dengan baik, karena seringnya mengajukan anggaran. “Kepala sekolah sepeti itu sebenarnya tergolong kreatif. Jika proposal tak dikabulkan dinas terkait, langsung lari ke dewan,” sindir Paryono.

Ia membeberkan, bahwa tugas utama seorang Kasek adalah mengawal dan mengawasi jalannya kegiatan belajar mengajar di sekolah yang dipimpinnya. “Jangan sampai karena terlalu sibuk ngurus proposal, para Kasek lupa beberapa proses administratif yang menjadi tanggung jawabnya. Sampai-sampai surat pertanggungjawaban (SPj) saja terpaksa ndandakke (minta dibuatkan orang lain),” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Sri Suranto menegaskan pihaknya tidak membenarkan jika ada perilaku Kasek yang nyambi jadi kontraktor di sekolahnya. “Memang ada Kasek yang ke dewan lantaran tidak diloloskan anggarannya oleh kami. Namun tidak mudah untuk menelusuri itu,” katanya.

Suranto menjelaskan, perilaku Kasek tersebut tidak bisa lepas dari kebijakan pemerintah sendiri, yakni untuk mengucurkan anggaran perbaikan sekolah harus didahului dengan pengajuan proposal oleh sekolah terkait. “Kalau di Malaysia itu kan langsung terkover oleh pemerintah, yang rusak langsung diperbaiki, tidak seperti di sini,” katanya.

Walaupun demikian, Disdikpora tetap mengingatkan agar seluruh Kasek tetap mengemban tugasnya secara profesional. “Kami telah tekankan hal tersebut pada setiap kesempatan. Jika sekolah-sekolah butuh konsultasi, kami selalu membuka diri,” ungkapnya.

Muhammad Ikhsan