JOGLOSEMAR.CO Foto Waduk Gajah Mungkur, Kok Tanpa Gajah..?

Waduk Gajah Mungkur, Kok Tanpa Gajah..?

926
BAGIKAN

Gajah "Sri Handayani" dan anaknya

WONOGIRI- Hampir dua bulan, 12 satwa koleksi objek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri disita oleh Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Semarang. Ke-12 satwa itu disita lantaran Pemkab tak mengantungi izin pemeliharaan. Warga pun berharap satwa-satwa tersebut segera dikembalikan guna melengkapi wahana wisata di sana.

Siti (29) warga Giritirto, Wonogiri mengatakan WGM tanpa koleksi satwa, terutama gajah tidak seperti waduk yang dia ketahui. “Waduk pasti identik juga dengan kebun binatang (taman satwa-red). Apalagi gajah, namanya saja Waduk Gajah Mungkur masa tidak ada gajah, terus namanya jadi apa?” kata Siti, pekan lalu.

Ia mengatakan, anak-anak yang berwisata ke WGM pasti ingin melihat gajah. “Jadi kalau bisa, ya segera dikembalikan ke waduk hewan-hewan yang disita itu,” harapnya.

Sementara itu, pihak Pemkab tengah melakukan proses pengembalian 12 ekor satwa tersebut. Sesuai anjuran BKSDA, Pemkab memilih membuat Lembaga Konservasi (LK) melalui instansi koperasi, bukan melalui Perusahaan Daerah (Perusda). “Kami cenderung memilih bentuk koperasi daripada Perusda. Meski begitu, Perusda Pariwisata tetap akan kami upayakan karena termasuk rencana jangka panjang Pemkab. Pendirian koperasi telah kami daftarkan ke notaris,” kata Sekda Wonogiri, Budiseno, Jumat (22/3).

Selain itu, Izin Upaya Pengelolaan Lingkungan/Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL/UPL) juga telah selesai diurus. Sedangkan izin tempat usaha, saat ini masih diproses di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT).

“Telah kami sampaikan pula kepada BKSDA bahwa Pemkab benar-benar serius dalam hal pembuatan Lembaga Konservasi ini. Dalam pekan ini target kami semua surat selesai dibuat dan segera dibuatkan proposal untuk melengkapi dan semua akan segera dikirim ke BKSDA Provinsi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Pranoto mengatakan apapun pilihannya, baik koperasi maupun Perusda, masih lama bagi satwa-satwa dilindungi tadi untuk kembali. Hal itu karena masih banyak yang harus disiapkan Pemkab jika ingin satwa kembali.

Satwa yang disita BKSDA pada 6 Februari lalu, yakni tiga ekor gajah, satu rusa timor, satu elang hitam, tiga burung merak, satu buaya muara, dua landak dan satu burung kakatua jambul kuning. Selain satwa hidup itu turut diambil pula dua potongan gading gajah serta satu anak gajah mati yang diawetkan. Sejak tahun 2000 hingga 2012 pihak BKSDA telah menyurati Pemkab untuk segera membuat LK, tapi tidak juga dibuat. Satwa dilindungi hanya boleh dipertontonkan jika di satu kabupaten/kota telah memiliki LK.

Eko Sudarsono