JOGLOSEMAR.CO Foto Wah, 1.000 “Gesang” Hiasi Ngarsopuro

Wah, 1.000 “Gesang” Hiasi Ngarsopuro

431
BAGIKAN
SERIBU WAJAH GESANG--Warga mengamati foto-foto kenangan maestro keroncong Indonesia, Gesang saat digelar pameran Seribu Wajah Gesang di perempatan Ngarsopuro, Solo, Minggu (10/3). Pameran yang diselenggarakan oleh jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Solo tersebut untuk memperingati seribu hari meninggalnya Gesang. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
SERIBU WAJAH GESANG–Warga mengamati foto-foto kenangan maestro keroncong Indonesia, Gesang saat digelar pameran Seribu Wajah Gesang di perempatan Ngarsopuro, Solo, Minggu (10/3). Pameran yang diselenggarakan oleh jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Solo tersebut untuk memperingati seribu hari meninggalnya Gesang. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

Bersamaan dengan peringatan 1.000 hari wafatnya maestro keroncong asal Solo, Gesang Martohartono, ada kejutan di Ngarsopuro, Minggu (10/3). Yakni, 1.000-an gambar Gesang dipajang di lokasi yang jadi ikon budaya Solo itu.

Gambar-gambar tentang Gesang itu, adalah karya mahasiswa ISI Surakarta dari Fakultas Sastra dan Seni Rupa, serta Desain jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Aksi itu sengaja digelar untuk mengapresiasi karya pencipta lagu Bengawan Solo itu.

Sebab Senin (11/3) hari ini, akan diperingati 1.000u hari meninggalnya Gesang. Karya para mahasiswa tersebut berupa ilustrasi, karikatur, komik, sketsa, dan berbagai bentuk visual lain. Karya-karya tersebut dicetak pada selembar kertas ukuran A4.

Selain berukuran kecil, ada pula karya visual berukuran besar sekitar satu meter persegi. ”Jumlah mungkin sekitar 1.000-an lembar. Saya sendiri mengumpulkan sekitar 10-an gambar hasil karya sendiri,” kata Silvi, mahasiswi DKV yang sibuk menata kertas-kertas bergambar Gesang untuk dipamerkan di car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, kemarin.

Gambar-gambar tentang Gesang itu, digantung pada tali plastik yang diikatkan bertingkat. Sedangkan poster berukuran besar diletakkan berdiri di tengah jalan. Tak butuh waktu lama setelah karya-karya itu dipasang, pengunjung CFD yang memadati Ngarsopuro langsung berdatangan. Salah satu karya Silvi yang unik adalah karikatur Gesang yang sedang mengarungi Bengawan Solo menaiki perahu.

”Inspirasi ya dari lagu Bengawan Solo. Mungkin Mbah Gesang dulu bisa menciptakan lagu itu hingga kondang ke seluruh dunia berawal dari naik perahu di Bengawan Solo,” kata Silvi, tersenyum kecil.

Hasil karya mahasiswa lainnya adalah Gesang yang mengenakan blangkon, Gesang sedang rekaman di studio, hingga Gesang sedang meniup seruling. Namun sebagian besar karya mahasiswa didominasi gambar wajah Gesang yang khas.

Kepala Program Studi DKV, Basnendar H, mengatakan, jumlah gambar yang dibuat 1.000-an lembar itu sekaligus untuk mencocokkan dengan peringatan 1.000 hari meninggalnya Gesang. Lantaran tak semua mahasiswa asli Solo, ia minta agar mereka mencari referensi dahulu, baik di buku atau lewat internet sebelum menggambar Gesang. “Mahasiswa kami bebaskan untuk berekspresi. Satu mahasiswa bisa mengumpulkan 10 hingga 20 hasil karya berbeda,” kata Basnendar.

Basnendar mengatakan, saat mulai dibuka sekitar pukul 06.00 WIB, dua orang dari keluarga Gesang juga hadir melihat pameran gambar itu. “Walau sebentar, para mahasiswa cukup senang karena karya mereka dilihat langsung oleh keluarga Mbah Gesang,” katanya. Ronald Seger Prabowo