JOGLOSEMAR.CO Foto Wah… Kolam Balekambang Bocor

Wah… Kolam Balekambang Bocor

464
DIPERBAIKI-Sejumlah pekerja nampak memperbaiki kolam Partinah di kawasan Balekambang yang mengalami kebocoran dan mengakibatkan cepat surutnya air dalam kolam, Kamis (28/3). Joglosemar/Yuhan Perdana
DIPERBAIKI-Sejumlah pekerja nampak memperbaiki kolam Partinah di kawasan Balekambang yang mengalami kebocoran dan mengakibatkan cepat surutnya air dalam kolam, Kamis (28/3).
Joglosemar/Yuhan Perdana

BANJARSARI-Dinding Kolam Partinah di Kawasan Wisata Taman Balekambang bocor. Imbasnya, air kolam itu susut hingga 70 persen.

Kolam itu bocor, diduga karena ditembus akar pohon trembesi yang tumbuh di dekat kolam. Kepala UPTD Kawasan Wisata dan Maliawan, Endang Sri Murniati, mengatakan, selama Januari hingga akhir Maret, dinding kolam Balekambang sudah bocor dua kali.

Akibatnya, airnya selalu menyusut hingga 70 persen. Saat ini, ketinggian air kolam hanya hanya lima sentimeter. Padahal, kondisi semula bisa mencapai 50 sentimeter. Bocornya dinding kolam, dipicu banyaknya akar pohon trembesi yang tumbuh di dalam tanah.

Lantaran telah berusia ratusan tahun, belasan akar pohon yang tumbuh di bawah tanah itu menjebol dinding pembatas yang terbuat dari bebatuan. ”Airnya selalu merembes ke tanah. Sangat disayangkan kalau dindingnya bocor terus. Padahal, kolam itu bisa menampung 10 tangki air bersih atau setara 8.000 liter,” ujar Endang.

”Dengan estimasi satu tangki berisi 800 liter air. Maka dari itu, sejak Senin (24/3) lalu, kami mulai memperbaiki kerusakan di dinding Kolam Partinah,” kata Endang lagi, Kamis (28/3). Ada lima titik kebocoran kolam yang diperbaiki. Semuanya, berada di sudut kolam. ”Kalau tidak hujan, seminggu bisa kelar.”

Untuk pola perbaikannya,  pengelola Balekambang membongkar seluruh bagian dinding kolam yang bocor.  Setelah dibongkar, di dalam dinding pembatas tersebut dipasangi paralon, masing-masing sepanjang delapan meter.

Paralon-paralon itu, dipasang di bawah tanah yang tersambung ke dalam selokan. Sehingga, fungsinya bisa untuk mengalirkan air kolam ke area taman. Proses terakhir, menambal kembali dinding kolam menggunakan cairan cor-coran dari semen. ”Jadi nanti, air dari kolam bisa untuk mengairi taman-taman di Balekambang. Tidak perlu lagi, memakai mesin disel,” jelasnya.

Kata Endang, jika kolam masih bocor lagi, tidak menutup kemungkinan kolam tersebut akan diubah menjadi panggung hiburan semi permanen.  Menurutnya, itu solusi terbaik ketimbang menebang belasan pohon trembesi yang mengitari kolam. Terlebih keberadaan pohon itu termasuk yang dilindungi. ”Kalau pohon itu ditebang justru menyalahi aturan. Lebih baik, ya dibuat panggung semi permanen saja,” ungkapnya.

Untuk anggaran operasional Balekambang pada tahun ini hanya mendapat jatah senilai Rp 10 miliar. Menurutnya, ada tambahan sedikit dana stimulan untuk pemain ketoprak. Dana sebesar itu, mayoritas dialokasikan untuk membayar gaji tenaga outsourching dan tarif listrik.  

Fariz Fardianto

BAGIKAN