”Pak Harto” Sindir Jalan Rusak di Solo

”Pak Harto” Sindir Jalan Rusak di Solo

1083
JALAN RUSAK-Sebuah replika orang terpasang di Jalan berlubang kawasan Gladag arah Alun-alun utara, Jumat (8/3). Replika tersebut berisi kritikan untuk sesegera mungkin dinas terkait melakukan perbaikan. Joglosemar/Yuhan Perdana
JALAN RUSAK-Sebuah replika orang terpasang di Jalan berlubang kawasan Gladag arah Alun-alun utara, Jumat (8/3). Replika tersebut berisi kritikan untuk sesegera mungkin dinas terkait melakukan perbaikan. Joglosemar/Yuhan Perdana

Ada-ada saja ulah warga untuk memprotes jalan rusak di Solo. Yang menggelitik, adalah, membawa-bawa nama mantan Presiden Soeharto dalam aksi protes itu. Aksi itu terjadi di kawasan Gladag, yakni jalan menuju Alun-alun Keraton Kasunanan Surakarta.

Ikon penguasa Orde Baru yang diusung dalam aksi protes jalan rusak itu, dengan memajang poster bergambar wajah Soeharto. Tak hanya gambar Soeharto yang jadi tontonan pengguna jalan, tapi juga tulisan-tulisan sindiran, yang seolah-olah membandingkan kejayaan masa Orde Baru dengan sekarang.

”Rusak, duit habis kemana Pak?” bunyi sindiran dalam poster berwajah Soeharto itu. ”Piye, enak jamanku tho?”, bunyi sindiran lainnya. Entah siapa yang melakukan aksi protes jalan rusak itu dengan mengusung ikon Soeharto.

Namun, ruas jalan di sekitar gapura Gladag memang rusak dan kerap terjadi kecelakaan. Poster berwajah Soeharto itu, dipajang di jalan rusak, juga untuk memberikan peringatan bagi pengguna jalan untuk menghindari ruas jalan tersebut.

“Banyak pengendara sepeda motor terjatuh terperosok di lubang. Jalan ini rusak karena dilewati bus-bus besar yang ingin parkir di timur alun-alun. Lubangnya cukup dalam dan berbahaya, jadi dipasangi poster itu. Kasihan, kalau malam kurang penerangan,” ujar Slamet, petugas parkir di kawasan Gladag, kepada Joglosemar, Jumat (8/3).

Kondisi itu,  diperparah dengan guyuran hujan. Karena jalan-jalan berlubang langsung jadi kubangan setelah diguyur hujan. Warga berharap ada pengaturan  tempat parkir bus wisata yang melewati jalan tersebut. ”Khususnya yang menuju ke keraton sehingga tidak menimbulkan kerusakan jalan,” kata Slamet.

Sementara itu, Wakil Pengageng Pariwisata Keraton, KP Satriyo Hadinagoro, mendesak Pemkot Solo untuk membuat desain secara utuh. Khususnya di kawasan keraton. Menurutnya, Pemkot jangan hanya memikirkan desain revitalisasi Pasar Klewer saja. ” Semua harus dibuat desain secara utuh termasuk lingkungan keraton dan alun-alun. Jalan di Gladag kan salah satu akses vital menuju keraton sebagai objek wisata di Solo,” ujarnya. Ronald Seger Prabowo

BAGIKAN

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR