JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Wardoyo Minta Warga Tidak Jajan di Solo

Wardoyo Minta Warga Tidak Jajan di Solo

380
BAGIKAN
MERESMIKAN CFD- Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya memotong pita dalam peresmian Car Free Day (CFD) di Jalan Veteran, Minggu (10/3). Joglosemar/ Murniati
MERESMIKAN CFD- Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya memotong pita dalam peresmian Car Free Day (CFD) di Jalan Veteran, Minggu (10/3). Joglosemar/ Murniati

SUKOHARJO- Car Free Day (CFD) Sukoharjo diresmikan oleh Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, Minggu (10/3) pagi. Pihaknya pun meminta kepada warga Sukoharjo untuk tidak lagi jajan di Solo.

Peresmian hari bebas kendaraan bermotor itu dilaksanakan di Jalan Veteran. Tidak hanya dihadiri kalangan pejabat di tingkat kabupaten (Muspida), launching tersebut juga dihadiri anggota DPR dari Fraksi PDIP yang juga bakal calon (Balon) Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Sejak setahun memang sudah direncanakan tapi baru tahun ini terlaksana. Maka dari itu, kami mengimbau kepada masyarakat Sukoharjo untuk memaksimalkan kegiatan di sini. Di Sukoharjo juga sudah ada CFD,” kata Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dalam sambutannya saat peresmian.

Imbauan ini juga seiring dengan dibangunnya pusat kuliner Sukoharjo di bekas gedung Lowo, SAR, Badan Kredit Desa (BKD), dan Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD). Dikatakan Wardoyo, area seluas 3.000 meter persegi itu 60 persen akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH), 40 persen akan didesain untuk bangunan dua lantai. Lantai satu digunakan untuk pameran produk Sukoharjo, khususnya batik. Sedangkan, lantai dua untuk pusat jajanan. “Jajanan khas Sukoharjo akan kami tempatkan di lantai atas. Jadi, warga tidak perlu ke Solo untuk jajan. Biarkan perputaran uang terjadi di Sukoharjo,” imbuh dia.

Sementara itu Sekda Sukoharo, Agus Santosa menambahkan, sebelum diresmikan pihaknya sudah melakukan uji coba sebanyak tiga kali. Hasilnya, masyarakat antusias menggunakan Jalan Veteran untuk berolahraga dan berjualan. “Oleh karena itu,  tepat hari ini (kemarin), kami meresmikan CFD Sukohajo,” ujar dia.

Meski sudah mengalami tiga kali uji coba, masalah klasik yakni perebutan area berdagang masih saja terjadi. Fredi, salah seorang pedagang pakaian di CFD mengaku datang jam 05.00 pagi. Saat sampai di area yang dituju, sejumlah pedagang sudah adu mulut memperebutkan daerah yang akan digunakan berjualan. “Saya minta pihak pemerintah menata agar tertib karena saling menguntungkan termasuk pedagang. Agar perebutan tempat berdagang tidak terjadi lagi,” katanya.

Menanggapi masalah itu, Kepala Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) Sukoharjo, Bambang SW memperkirakan permasalahan itu muncul karena ada pedagang yang baru. “Nanti akan ada lagi penertiban setelah ini sebagai bagian dari evaluasi,” kata dia. Murniati