JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Warga Diimbau Bayar Sewa Lama

Warga Diimbau Bayar Sewa Lama

347
BAGIKAN
SURAT TAGIHAN-Warga nampak beraktifitas di bantaran rel kereta api Sangkrah, Pasar Kliwon, Kamis (21/3). Warga kawasan tersebut kembali mempertanyakan pendataan pemberian surat tagihan kenaikan sewa dari PT. KAI yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Joglosemar/Yuhan Perdana
SURAT TAGIHAN-Warga nampak beraktifitas di bantaran rel kereta api Sangkrah, Pasar Kliwon, Kamis (21/3). Warga kawasan tersebut kembali mempertanyakan pendataan pemberian surat tagihan kenaikan sewa dari PT. KAI yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Joglosemar/Yuhan Perdana

BALAIKOTA-Pemkot Solo mengimbau warga yang keberatan dengan kenaikan sewa lahan PT KAI, membayar sewa dengan tarif lama. Walikota Hadi Rudyatmo, akan menunggu undangan PT KAI untuk membahas masalah sewa yang membelit warga.

Rudyatmo mengatakan, Pemkot tak bisa sepihak membuat kebijakan soal sewa lahan itu. Karena lahan tersebut milik PT KAI. Sehingga, katanya, kedua pihak, Pemkot dan PT KAI perlu duduk bersama untuk merampungkan masalah sewa tersebut.

”Saat ini Pemkot hanya bisa menunggu undangan PT KAI untuk membicarakan masalah warga bantaran rel KA. Karena mereka yang memiliki tanah dan warga hanya menempati dengan membayar sewa,” ujar Rudy—sapaan akrab walikota, Rabu (27/3).

Bagi warga yang keberatan dengan kenaikan sewa sebesar 1.000 persen. Rudy mengimbau warga tetap membayar sewa dengan tarif yang lama dulu. Setelah itu, menunggu keputusan resmi hasil pertemuan Pemkot dan PT KAI. ”Silakan PT KAI memberikan surat tagihan dengan tarif baru. Tetapi kalau warga tidak mampu, silakan bayar dengan tarif lama dulu,” ujarnya.
”Yang terpenting, warga jangan resah dengan surat tagihan sewa.”

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui Ponselnya, Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, Sri Winarto, tidak bisa dihubungi. Sedangkan Ketua DPRD Solo, YF Sukasno, juga minta warga tetap membayar sewa lama. ”Saya harap warga bantara rel kereta bisa membayar sewa yang lama. Ada sebagian warga yang belum membayar,” ujarnya.

Menurutnya, tarif sewa baru tidak disetujui warga, karena nilainya yang sangat besar. Warga pun sudah minta keringanan, tapi belum diberikan jawaban. ”Saya juga minta sewa yang baru ini warga jangan banyar dulu sampai ada kejelasan. Tapi kalau yang sewa lama, tetap dibayar,” kata dia.

Pihaknya sudah koordinasi dengan PT KAI. Menurutnya, PT KAI Daop VI tidak akan mengutak-atik warga sewa sebelum ada kejelasan dari PT KAI Pusat. Tapi PT KAI Daop VI memang meminta tolong padanya agar mendorong warga membayar tagihan sewa yang lama.

”Mereka sudah sepakat tidak akan mempermasalahkan terlebih dahulu sewa yang baru. Tapi kalau sewa yang lama harap itu bisa dilunasi. Mereka minta tolong ke saya agar bisa membantu masalah ini,” paparnya.

Hasil koordinasi dengan PT KAI Daop VI itu pun sudah disampaikan ke warga bantaran rel KA melalui paguyuban masing-masing. Intinya, kata Sukasno, warga tetap harus membayar tagihan sewa yang lama.

Muhammad Ismail |Ari Welianto