Warga Kopen Menolak Tukar Guling

Warga Kopen Menolak Tukar Guling

331

WONOGIRI-Upaya merelokasi 48 KK di Dusun Kopen RT 1 RW I, Bero, Manyaran justru masih terkendala oleh warga sendiri. Pasalnya, warga menolak tanah mereka ditukar guling dengan tanah yang akan mereka tempati. Warga ingin tanah yang ditinggalkan, nantinya tetap menjadi hak milik mereka.

“Masalahnya, tanah yang akan menjadi tempat untuk relokasi merupakan tanah kas desa carik (Sekdes) PNS. Tapi warga ingin agar tanah yang ditinggal nanti juga masih menjadi hak mereka,” kata Camat Manyaran, Achmad Trisetyawan Bambang Hermawan, Minggu (3/3).

Selain itu, menurutnya proses meminta izin untuk relokasi juga butuh waktu karena harus sampai izin ke gubernur. “Karena tanah itu adalah tanah kas desa,” imbuhnya.

Baca Juga :  Lomba Kreatif IPB-Nguter di Wonogiri, Moncerkan Potensi Jamu dan Pangan Lokal

Untuk itu kini pihaknya masih terus memberikan pengertian kepada warga. Jika sesuai peraturan, menurutnya permintaan warga sulit dipenuhi. Di sisi lain, hujan deras masih terus turun saat sore hari. “Akan kami sampaikan pula untuk uang bantuan pindah. Untuk usulan uang bantuan ini bisa dilakukan, tapi kalau permintaan warga tadi sepertinya sulit. Kuncinya warga, jika mereka setuju dengan aturan yang berlaku maka cukup membuat surat pernyataan mau direlokasi dan Pemkab segera menindaklanjuti,” lanjutnya.

Baca Juga :  Gudang PT Delta Merlin Terbakar, Puslabfor Polda Jateng Bergerak Mencari Sumber Api

Sedangkan jika pihak Pemkab harus menyediakan lahan dengan membeli dari perorangan, menurutnya bukan perkara gampang. Warga yang pindah tidak ingin jauh dari kampung halaman mereka karena jauh dari lahan yang mereka garap.

Sedangkan Kepala Desa Bero, Joko Pramono mengatakan warga sedikit demi sedikit pasti bisa mengerti. “Kami kira warga lama-lama bisa memahami. Wilayah dusun itu secara teknis oleh dinas sudah dinyatakan tidak layak untuk dihuni,” terangnya.

Eko Sudarsono

BAGIKAN