Warga Minta Operasional Tower Telepon Distop

Warga Minta Operasional Tower Telepon Distop

632
ilustrasi
ilustrasi

BANJARSARI-Warga Jegeran RT 001/RW V Ketelan, mendesak operasional  tower  Telkomsel distop. Pasalnya, keberadaan fasilitas telekomunikasi itu dinilai ilegal.

Sejak beroperasi 10 tahun silam, warga menuding operasional tower itu tanpa dilengkapi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Gangguan (HO).

Pengelola tower, juga tidak pernah memberikan kompensasi kepada warga setempat. Desakan tersebut, diungkapkan belasan warga Jegeran yang menemui Anggota Komisi I DPRD Kota Solo, Soni Warsito, di depan tower  itu, Kamis (21/3).

”Sebaiknya, operasional tower itu ditutup. Pasalnya, sejak berdiri sejak 10 tahun silam keberadaan fasilitas pemancar telekomunikasi itu tidak pernah mengantongi izin resmi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo,” ungkap Ketua RT  setempat, Sutarno, (59).

Selain tak punya IMB dan HO, ia menilai pendirian tower itu sarat kecurangan. Tanpa sepengetahuan warga, ternyata sewa tower itu sudah diperpanjang hingga Oktober 2013 mendatang. “Jadi kalau mereka mengaku punya izin itu semua bohong,” tegasnya.

Mujianto, (55), warga setempat,  juga menuding, selain tidak memiliki IMB dan HO, sejak tower berdiri, pengelolanya  juga tidak pernah memberikan kompensasi kepada warga setempat dalam bentuk apapun. Awal proyek pendirian bangunan itu, katanya, tanpa disertai persetujuan warga setempat.

Dari riwayatnya terdahulu, pengelola tower ia anggap berbuat curang. Sebelum dibangun, warga sempat diundang datang ke kelurahan untuk diberi uang kompensasi pendirian tower sebesar Rp 150.000/orang. ”Itu pun yang diundang hanya warga tertentu saja. Tidak menyeluruh. Ada juga yang dikasih uang sebesar Rp 20.000 untuk ongkos naik becak,” jelasnya.

Keberadaan tower itu, menurut warga sudah menimbulkan radiasi yang mengganggu alat elektronik warga, khususnya televisi. Radiasi itu juga mengganggu kesehatan warga. Saat ini, ada 13 Kepala Keluarga (KK) yang mengidap penyakit aneh, yang menurut mereka akibat radiasi tower itu.  Bahkan, tiga warga di antaranya telah meninggal dunia. ”Kondisi warga yang sakit akibat radiasi tower sangat memprihatinkan,” ungkap Mujianto.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Solo, Soni Warsito, berjanji segera memanggil pemilik tower. Ia akan menelusuri izin pendirian tower tersebut. “Tapi, saya mengimbau kepada warga tidak melakukan tindakan anarkis. Jangan menutup izin tower itu karena kami siap mendampingi  warga,” ujarnya.

Pihaknya akan mempertemukan pemilik tanah, warga Jageran dan pihak Telkomsel sebagai pemilik tower seluler, pekan depan. “Jika tidak ada izin resminya, maka tower seluler itu akan dirobohkan,” ancamnya. Fariz Fardianto

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR