JOGLOSEMAR.CO Foto Warga Protes Pemasangan Ranjau Besi

Warga Protes Pemasangan Ranjau Besi

335
BAGIKAN

 Warga tidak terima dengan pembuatan patok ranjau besi yang dinilai membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar.

PATOK RANJAU- Polisi melakukan identifikasi patok ranjau yang dipermasalahkan warga Dukuh Sawur, Genengsari, Polokarto, Sukoharjo, Jumat (1/3). Joglosemar/ Murniati
PATOK RANJAU- Polisi melakukan identifikasi patok ranjau yang dipermasalahkan warga Dukuh Sawur, Genengsari, Polokarto, Sukoharjo, Jumat (1/3). Joglosemar/ Murniati

SUKOHARJO- Puluhan warga Dukuh Sawur, Genengsari, Polokarto nyaris bentrok dengan pekerja perkebunan tebu yang dimiliki H Paham, warga setempat, Jumat (1/3) siang. Warga tidak terima dengan pembuatan patok ranjau besi yang dinilai membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar.

Informasi yang berhasil dihimpun Joglosemar  di lapangan menyebutkan, sekitar pukul 14.30 WIB, warga kaget melihat enam patok ranjau besi yang dicor oleh pekerja perkebunan tebu itu. Lantaran pemasangan itu tanpa koordinasi, sejumlah warga beramai-ramai mendatangi lokasi tersebut. Adu mulut antara kedua belah pihak pun tidak bisa dihindari. Mereka bahkan nyaris bentrok namun dapat dicegah.

Karena kesal dan tidak mendapatkan apa yang diinginkan, warga dengan menggunakan truk dan sejumlah mobil langsung menuju Mapolsek Polokarto untuk melaporkan kasus ini. Di sana, warga berteriak-teriak memanggil pemilik lahan tebu, H Paham.

Pihak Polsek Polokarto langsung berkoordinasi dengan Polres Sukoharjo untuk mengatasi masalah ini. Wakapolres Sukoharjo, Kompol Amingga Meilana Primastito beserta Muspika Polokarto mencoba meredam emosi.

Koordinator warga Dukuh Sawur, Joko Aprilwidianto menilai apa yang dilakukan oleh Paham telah membahayakan warga sekitar. “Jelas-jelas dia salah. Wong itu jalan kok dikira tanah milik Paham. Itu jalan milik DPU, bukan tanah dia,” kata dia di Mapolsek Polokarto.

Dia menyebutkan, tindakan semena-mena itu membahayakan pengguna jalan. Karena patok ranjau yang dicor itu menyisakan besi yang cukup panjang dan runcing, sehingga warga tidak bisa menerimanya. “Patok itu harus dibongkar,” tegasnya.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari melalui Kasat Reskrim, AKP Andis Arfan Tofani mengatakan tengah berupaya melakukan mediasi dengan kedua belah pihak. “Kita akan melakukan mediasi dulu. Terkait apakah akan dibongkar atau tidak, kita akan cek dulu ke DPU. Tanah yang digunakan untuk memasang patok iu tanah warga atau DPU,” kata dia.

Namun mediasi itu gagal dilakukan lantaran pihak terlapor tidak diketahui keberadaannya. Guna menindaklanjuti masalah itu, pihaknya menuju lokasi patok ranjau yang menjadi sumber permasalahan itu. Hingga berita ini ditulis, pihak Polres masih melakukan mediasi dengan warga di Mapolsek Polokarto. Belum bisa dipastikan apakah pemilik lahan hadir atau tidak. Murniati