Warga Risau, Bakul Kecil Legawa…

Warga Risau, Bakul Kecil Legawa…

212
Proyek Hotel Grand Saripetojo
Proyek Hotel Grand Saripetojo

Hotel Grand Saripetojo yang dilengkapi pertokoan, bukan hal yang mengejutkan bagi warga Jantirejo, Sondakan, Laweyan. Warga yang permukimannya beredekatan dengan proyek Saripetojo itu sejak awal sudah curiga, batalnya proyek mal berlanjut dengan proyek pertokoan yang mengatasnamakan hotel.

Tapi, mereka yang tergabung dalam Paguyuban Warga Jantirejo (Pawarjan), tidak punya kekuatan untuk menolaknya. Alasannya, keputusan izin proyek Saripetojo sepenuhnya di tangan Pemkot Solo.

“Sebelumnya kami sudah memprediksi hal itu (ada pertokoan). Tapi, kami tak bisa berbuat banyak. Karena keputusan boleh tidaknya itu berada di tangan Pemkot,” ujar Wakil Ketua Pawarjan, Alibicia Hamzah, saat berbincang dengan Joglosemar, di kediamannya, Rabu (6/3).

Baca Juga :  Heroik, Upacara di Sungai Hingga di Atas tumpukan Sampah!

Meski risau, ia mengkritik sikap Pemkot. Jika sejak awal, tidak boleh ada pasar modern, baik itu mal maupun pertokoan di Saripetojo, katanya, kenapa sikap Pemkot jadi ambigu. Dari yang dulunya tegas menolak, kini jadi melunak.

“Jika nantinya, hotel itu terbukti melanggar dan Pemkot mengizinkannya, berarti sikap Pemkot juga perlu dipertanyakan,” kata Albicia. Pawarjan, adalah salah satu kelompok warga yang nyaris saban hari demo saat Saripetojo hendak di bangun mal. Mereka selama ini kritis dengan peruntukan lahan Saripetojo.

Beda warga beda juga sikap pedagang di pasar tradisional tak jauh dari Saripetojo. Mereka mengaku legawa jika Hotel Grand Saripetojo dilengkapi petokoan. Hanya saja, mereka minta komoditi barang yang dijual di

Baca Juga :  Seribuan Guru SD dan SMP di Solo Jalani Tes Urine

pertokoan itu, nantinya berbeda dengan yang mereka jual.

”Ya katanya dulu memang ada pertokoan di dalam hotel, tetapi kami tidak tahu pastinya. Yang jelas, kami minta kalaupun nanti tetap ada pertokoan, agar jualannya tidak sama dengan yang kami jual,” ucap Giyanto, pedagang Pasar Purwosari.

Sri Lestari pedagang di pasar yang sama juga tak ambil pusing dengan pertokoan di Saripetojo. ”Kami tidak keberatan, asalkan jualannya tidak seperti kami. Tapi, kalau ternyata jualannya sama, ya itu semakin mematikan jualan kami,” imbuh Sri Ari. Purnomo

BAGIKAN