Warga: Tagihan Sewa Lahan KAI Tak Merata

Warga: Tagihan Sewa Lahan KAI Tak Merata

390
SURAT TAGIHAN-Warga nampak beraktifitas di bantaran rel kereta api Sangkrah, Pasar Kliwon, Kamis (21/3). Warga kawasan tersebut kembali mempertanyakan pendataan pemberian surat tagihan kenaikan sewa dari PT. KAI yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Joglosemar/Yuhan Perdana
SURAT TAGIHAN-Warga nampak beraktifitas di bantaran rel kereta api Sangkrah, Pasar Kliwon, Kamis (21/3). Warga kawasan tersebut kembali mempertanyakan pendataan pemberian surat tagihan kenaikan sewa dari PT. KAI yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Joglosemar/Yuhan Perdana

PASAR KLIWON – Warga penyewa lahan bantaran rel milik PT KAI, di RT 04 RW II Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon mempertanyakan tagihan kenaikan sewa. Pasalnya, ada ratusan keluarga yang tidak dapat surat tagihan.

Ketua Paguyuban Jaladara (jangan larang kami tinggal di bantaran kereta) Sangkrah, Sutino, mengatakan, tagihan yang dilayangkan sebanyak satu lembar pada akhir 2012 lalu, ternyata tidak merata.

Ia bersama tim di lapangan, pada Februari telah menyurvei warga penyewa lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI).  ”Ternyata surat tagihan sewa yang dilayangkan itu tidak merata, atau tidak semuanya dapat,” katanya, Kamis (21/3).

Di Sangkrah, penyewa lahan KAI  diperkirakan ada 600 kepala keluarga (KK). Namun, dari hasil survei di lapangan Paguyuban Jaladara, hanya mendapati sekitar 75 KK yang menerima surat tagihan sewa.

Baca Juga :  1.235 Desa di Jateng Terancam Kekeringan

Apalagi tagihan sewa tersebut sudah naik 1.000 persen. Sehingga sampai Maret 2013 ini, warga masih enggan membayar. ”Kami akan menyampaikan temuan kami di lapangan ini kepada wakil kami di DPRD Kota Solo,” terangnya.

Seorang warga setempat,  Suwarno (50), membenarkan, sejumlah tetangga di RT lain, yang juga menempati lahan bantaran rel, ternyata tidak mendapat surat tagihan sewa.  Dalam surat tagihan yang masih dia simpan, dari 2009 hingga 2012, tertera angka sekitar Rp 7 juta.

Padahal, pada tahun sebelumnya, setiap tahun dia hanya dipatok Rp 200.000/tahun. ”Makanya kan aneh. Kok kami saja yang mendapatkan tagihan. Padahal kami  itu selalu membayar sewa dengan teratur,” tuturnya.

Baca Juga :  Museum Keris Dibuka, Ini Permintaan PKL Selter Sriwedari

Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, Sri Winarto, saat dikonfirmasi, menjelaskan, pemberian surat tagihan pembayaran sewa sudah dilakukan merata sejak November 2012. Pihaknya mengaku tidak membeda-bedakan warga yang menempati lahan PT KAI di bantaran rel itu. ”Semuanya dikasih kok. Misal ada yang belum, mungkin pas petugas ke lapangan, penghuni rumah tidak ada,” katanya, saat dihubungi via telepon.

Menurutnya, tidak hanya di Kelurahan Sangkrah yang masih menangguhkan pelunasan sewa lahan. Sementara itu, soal pertemuan dengan warga Sangkrah, pihaknya akan menjadwalkan sesegera mungkin.  Ia menunggu arahan dari Pemkot Solo. Ronald Seger Prabowo

BAGIKAN