JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Warga Tolak Bayar Sewa ke KAI

Warga Tolak Bayar Sewa ke KAI

298
BAGIKAN

PASAR KLIWON-Sejumlah warga penghuni rumah dinas PT KAI yang tergabung dalam Paguyuban Penghuni Rumah Negara Kereta Api Surakarta sepakat menolak pembayaran uang sewa.

Paguyuban itu, menyerukan warga agar tidak menghiraukan surat tagihan yang telah diberikan PT KAI beberapa hari lalu. Mochtadi, Sekretaris Paguyuban Penghuni Rumah Negara Kereta Api Surakarta, mengatakan, seruan tak menghiraukan tagihan itu sudah disampaikan ke warga.

Menurutnya, warga hanya mau membayar tagihan sewa lahan, dengan tarif yang lama. ”Akan kami koordinasikan terlebih dahulu. Yang jelas kami menolak tarif baru. Itu sangat memberatkan kami,” katanya, Selasa (26/3).

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Solo, YF Sukasno, mengatakan, dalam pembicaraan anggota Dewan  dengan PT KAI beberapa waktu lalu, pihaknya sudah meminta untuk ada keringanan biaya sewa yang dibebankan ke warga penyewa bantaran rel kereta api.  ”Kami sudah mintakan  keringanan biaya kepada mereka. Tapi sampai saat ini belum ada kejelasannya,” kata Sukasno .

”Selain itu, mereka juga meminta warga yang menunggak pembayaran uang sewa melunasi tagihan lama dulu. Saya tidak tahu apakah warga enam orang ini apakah yang menunggak biaya sewa yang lama atau bukan,” katanya.

Sukasno menduga, warga yang mendapat surat tagihan tersebut adalah warga yang dalam arti tertentu dianggap sebagai warga khusus. Pasalnya selain menempati lahan PT KAI, mereka juga tinggal di rumah dinas milik PT KAI.

”Bisa jadi, karena mereka menempati lahan dan rumah milik PT KAI, maka diminta melunasi terlebih dahulu. Tapi yang jelas akan kami upayakan untuk mendapatkan keringanan biaya,” katanya.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) tetap ngotot memberikan surat tagihan pembayaran kepada enam warga yang menempati rumah dinas PT KAI yang berada di kawasan Sangkrah, Pasar Kliwon. Mereka pun telah mengajukan keringanan sewa lahan kepada PT KAI. Tapi, hingga saat ini belum dapat dari tanggapan dari PT KAI.

Salah seorang warga yang menempati rumah dinas PT KAI, Ny Sarjono, mengaku kaget setelah menerima surat tagihan sewa dari PT KAI. Karena ia diminta melunasi tagihan sewa dengan tarif yang baru. Ia menyebut surat tagihan itu sebagai bentuk intimidasi kepada warga.

”Penagihan dengan tarif baru itu membuat kami merasa tertekan, karena sebagian besar dari kami  janda. Dulu saya bayar Rp 700.000/ tahun. Sekarang sampai Rp 2 juta lebih/tahun. Kami meminta keringanan, tapi belum ada jawaban, ini malah ada surat tagihan lagi,” tuturnya. Ronald Seger Prabowo