JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Internasional Paus Serukan Perdamaian, Korut Umumkan Status Perang dengan Korsel

Paus Serukan Perdamaian, Korut Umumkan Status Perang dengan Korsel

323
BAGIKAN

Fransiskus juga menyerukan perdamaian antara Israel dengan Palestina, serta pengakhiran perang saudara di Suriah.

Paus Fransiskus I
Paus Fransiskus I

ROMA–Paus Fransiskus dalam pesan Paskah pertamanya pada, Minggu (31/3), menyerukan perdamaian di dunia dan meminta penyelesaian diplomatik terhadap kemelut di Semenanjung Korea.

Dalam pesan Urbi et Orbi (kepada kota dan dunia) pertamanya, Fransiskus juga menyerukan perdamaian antara Israel dengan Palestina, pengakhiran perang saudara di Suriah, dan penyelesaian politik untuk sengketa di beberapa negara Afrika.

Mantan Kardinal Jorge Bergoglio dari Argentina itu juga mengutuk pemanfaatan bengis sumber alam dan mendesak semua orang menjadi penjaga ciptaan-Nya.

Fransiskus menyampaikan pesannya itu dari balkon tengah Basilika Santo Petrus, tempat yang sama saat ia pertama kali tampil kepada dunia sebagai paus setelah terpilih pada 13 Maret, ke kerumunan setidak-tidaknya 250.000 orang, kata Vatikan.

“Perdamaian di Asia, terutama di Semenanjung Korea: semoga perselisihan diatasi dan semangat baru dari rujuk tumbuh,” katanya dalam bahasa Italia.

Korea Utara pada, Sabtu (30/3), mengumumkan status perang dengan Korea Selatan. Namun, pemerintah Korea Selatan dan sekutunya, Amerika Serikat, memandang sebelah mata pernyataan negara komunis tersebut.

Seperti diberitakan Reuters, Amerika Serikat mengatakan, Korea Utara sudah terlampau sering melontarkan pernyatan seperti itu. Adapun Rusia, yang juga merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, mendesak semua pihak untuk menahan diri.

Ketegangan antara Korea Utara dan Selatan belakangan semakin memanas sejak pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memerintahkan uji coba nuklir ketiga pada bulan Februari lalu. Tindakan ini melanggar permintaan PBB agar manuver itu tidak dilakukan.

“Sejak saat itu, hubungan Utara-Selatan akan memasuki keadaan perang dan semua isu yang diangkat antara Utara dan Selatan akan ditangani sesuai kondisi perang,” kata pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Korea Utara, KCNA.

KCNA mengatakan, pernyataan itu dirilis bersama-sama oleh pemerintah Korea Utara, partai yang berkuasa, dan organisasi lainnya.

Sama seperti Amerika, Seoul mengatakan tak ada dari pernyataan terbaru Korea Utara yang perlu ditakutkan. Hal ini tidak akan membunyikan alarm mereka. “Pernyataan Korea Utara ini bukanlah ancaman baru, tapi merupakan kelanjutan dari ancaman provokatif mereka,” kata Kementerian Unifikasi Utara, yang menangani hubungan politik Korea Selatan dengan Korea Utara, dalam sebuah pernyataan.

Korea Utara dan Selatan secara teknis telah berada dalam keadaan perang sejak menyepakati gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea 1950-1953. Meskipun Korea Utara sering melontarkan ancaman, beberapa kalangan meyakini Korea Utara berisiko kalah jika nekat berperang.

Antara | Tri Hatmodjo