119 Pemudik Tewas Kecelakaan

119 Pemudik Tewas Kecelakaan

440
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA- Korban kecelakaan terus bertambah pada musim mudik 2013. Polisi terus mendata insiden kecelakaan selama mudik. Hingga H-4 Lebaran, tepatnya Minggu (4/8), terjadi 243 kecelakaan. Pada hari itu, jumlah korban meninggal 47 orang.

“Dibanding H-5 (Sabtu, 3 Agustus), di H-4 terjadi kenaikan jumlah kecelakaan sebanyak 10,8 persen,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Ronny F Sompie, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/8).

Ronny menjelaskan, selain 47 orang meninggal, tercatat 74 orang luka berat dan 355 mengalami luka ringan. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 385 miliar. “Kecelakaan terbanyak melibatkan sepeda motor, yaitu 294 kasus. Sebanyak 57 mobil penumpang, 20 bus, 39 mobil barang dan lain-lain,” jelasnya.

Sebelumnya, pada H-6, jumlah korban tewas ada 12 orang dan luka berat 26 orang. Lalu pada H-5, terjadi 224 kecelakaan dan 60 orang tewas, 71 orang luka berat. Dengan demikian, total korban tewas saat mudik berjumlah 119 orang.

Seiring dengan makin mendekati hari H Idul Fitri, jumlah pemudik yang turun di Terminal Tirtonadi Solo makin bertambah. Selama empat hari dari tanggal 1 sampai 4 Agustus 2013, arus mudik Lebaran yang masuk di Terminal Bus Tirtonadi Solo sebanyak 140.362 orang dari 11.311 bus yang mereka tumpangi. Sedangkan calon penumpang yang berangkat tercatat 132.701 orang dengan naik 9.885 bus.

“Sementara itu bus ekstra Lebaran yang masuk terminal ini tercatat sebanyak 238 armada dengan menurunkan penumpang 25.279 orang,” kata Kepala UPTD Terminal Bus Tirtonadi Solo, MV Djammila, di terminal bus Solo, Senin (5/8).

Baca Juga :  Kisah Siswi SMA Bertemu Sang Ayah Saat Order Ojek Online, Ini Pesan Salma untuk Anak 'Broken Home'

Dia mengatakan, mengenai bus ekstra Lebaran yang diberangkatkan dari Solo sampai kini baru dua dengan tujuan Solo-Blitar dan tiga armada untuk menuju ke Jakarta. Bus dari Jakarta sampai sekarang ini masih terus berdatangan ke Solo.

“Bus-bus dari Jakarta-Solo sampai sekarang masih masih berdatangan terus dan banyak yang terlambat, karena macet di jalan. Bus-Bus reguler dari Jakarta-Solo itu biasanya masuk ke Solo paling lambat pukul 05.00 WIB, tetapi dalam arus mudik Lebaran ini pukul 12.00 WIB pada baru masuk dan itu masuknya satu-satu tidak berurutan banyak,” katanya.

Menyinggung sekian banyak penumpang yang datang ke terminal ini paling ramai terjadi pada Minggu (4/8) jumlah penumpang mencapai 63.401 orang dengan turun dari 3.341 bus. Sedangkan pada hari-hari biasa penumpang yang turun di terminal ini rata-rata 12,000 orang. Penumpang sebanyak itu sebagian besar berasal dari Jakarta, Bogor, Bandung.

Djammila mengatakan, mengenai situasi di terminal sekarang ramai untuk arus mudik Lebaran baik yang arah ke Solo-Surabaya, Solo-Banyuwangi, Solo-Malang, Solo-Blitar, Solo-Kediri, dan begitu juga untuk Solo-Semarang, Solo-Yogyakarta, Solo-Cilacap, Solo Purwokerto.

“Calon penumpang yang berangkat dari Terminal Bus Tirtonadi Solo untuk ke segala jurusan yang ada sekarang ini memang cukup ramai, tetapi semua itu masih bisa diangkut dengan bus reguler dan belum perlu mengoperasikan bus cadangan.

Baca Juga :  Kisah Siswi SMA Bertemu Sang Ayah Saat Order Ojek Online, Ini Pesan Salma untuk Anak 'Broken Home'

Bus-bus cadangan sebenarnya juga sudah siap untuk dioperasikan sewaktu-waktu, tetapi karena masih bisa dilayani bus reguler maka belum dioperasikan.

Dalam melakukan pengamanan Lebaran 2013 ini, aparat dari Polresta Surakarta tak tanggung-tanggung menyediakan empat kendaraan tempur dari TNI AD Kompi Kavaleri Panser 2 Yogyakarta untuk pengamanan Kota Solo. Empat kendaraan tempur tersebut, Senin (5/8) berpatroli  mengelilingi Kota Solo.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Asjima’in melalui Kasubag Humas Akp Sis Raniwati mengatakan, mengantisipasi ancaman teror seperti yang terjadi di Jakarta, aparat Polresta langsung berkoordinasi dengan Korem 074 Warastratama Surakarta. Koordinasi dilakukan untuk memberikan pengamanan terhadap warga.

Titik-titik pengamanan dilakukan pada berbagai obyek vital seperti terminal, stasiun, tempat perbelanjaan serta beberapa wilayah yang dianggap rawan kriminalitas.

“Kita gunakan kendaraan tempur itu untuk mem-backup patroli oleh anggota Brimob serta anggota Sabhara,” terang AKP Sis Raniwati, Senin (5/7).

Dikatakan, empat kendaraan tempur tersebut, ditempatkan di Korem 074 Warastratrama dan Polresta Surakarta. “Jika sewaktu-waktu ada gangguan kamtibmas, atau ancaman teror dari kelompok tertentu, mereka akan siap melakukan pengamanan sesuai dengan prosedur yang ada,” jelasnya.

Ditanya, apakah kendaraan tersebut juga mengamankan tempat-tempat ibadah, Sis mengaku tidak ada pengamanan khusus ke tempat-tempat ibadah. Polisi lebih mengedepankan tindakan pencegahan dengan melakukan patroli. Detik | Antara | Rudi Hartono

BAGIKAN