JOGLOSEMAR.CO Foto 17 Tahun Kematian Wartawan Udin Tak Terkuak

17 Tahun Kematian Wartawan Udin Tak Terkuak

989
BAGIKAN

Wartawan Desak Polisi Tuntaskan Kasus Udin

Udin IMG01745-20130819-1055Misteri kematian Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin, wartawan Bernas Yogyakarta, tak kunjung pernah terungkap. Sudah hampir 17 tahun sejak kasus kematian Udin, namun sama sekali tak ada upaya pengungkapan. Kasus Udin pun menjadi salah satu kasus gelap dalam dunia hukum di Indonesia.

Sekitar 100 wartawan dan perwakilan elemen masyarakat Yogyakarta yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan untuk Udin mendesak Kapolda DIY, Brigjen Haka Astana mengusut tuntas kasus terbunuhnya wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin. Selama hampir 17 tahun, kasus itu belum sepenuhnya terungkap.

Aksi diawali dari halaman DPRD DIY di Jalan Malioboro Yogyakarta, Senin (19/8). Massa yang membawa berbagai poster itu melanjutkan aksi dengan berjalan kaki menuju titik nol kilometer atau di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta. Di sepanjang jalan kawasan Malioboro, mereka membagikan stiker kepada pengguna jalan dan meneriakkan yel-yel.

Dalam aksi itu, massa membawa poster bergambar Kapolda yang pernah menjabat di DIY, namun hingga selesai menjabat belum mampu menyelesaikan kasus Udin.

Di titik nol kilometer, perwakilan elemen dan media satu persatu berorasi. Intinya, mereka sepakat dan meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tewasnya Udin pada tanggal 16 Agustus 1996. Sebelumnya, Udin dianiaya oleh orang tak dikenal pada tanggal 13 Agustus 1996 di rumahnya di Jalan Parangtritis Patalan Jetis, Bantul.

Koordinator aksi, Clemon Lilik menegaskan, satu tahun lagi tahun 2014 kasus Udin akan kedaluwarsa. Berbagai elemen mendesak kepolisian menuntaskan kasus itu. “Kami tidak ingin kasus ini kedaluwarsa tanpa ada kejelasan terungkapnya pelaku pembunuhan Udin,” katanya.

Menurut Clemon, sudah 16 pimpinan Polda yang menjabat di wilayah DIY, namun sampai saat ini belum berhasil mengungkap.

Sementara itu, perwakilan massa dari Tim Pencari Fakta (TPF) PWI menegaskan, polisi harus bisa mengungkap kasus terbunuhnya Udin. Udin terbunuh karena berita yang ditulis, bukan masalah kasus lain. Masih banyak saksi-saksi kasus Udin yang masih hidup sehingga masih terbuka untuk mengungkap lagi. “Polisi harus berani membuka kasus Udin kembali, tidak boleh berhenti setelah divonis bebasnya Iwik karena Iwik bukan pelakunya,” katanya.

Terpisah, salah seorang peserta aksi, Taufik Jurianto menambahkan, polisi harus mau mengatakan jujur ke publik tentang kapasitasnya dalam mengungkapkan kasus Udin. “Saatnya polisi membayar utang yang sudah 17 tahun tak terbayar. Kalau sudah tidak sanggup, silakan mengatakan kepada publik agar semuanya menjadi jelas dan kami tidak berharap lagi pada polisi,” kata Taufik, salah seorang peserta aksi dalam orasinya di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Senin (19/8) seperti dikutip Okezone.

Atas kinerja polisi yang tidak membuahkan hasil untuk mengungkap kasus itu, pihaknya pun menilai instansi tersebut sebagai pembohong. “Selama 17 tahun kita dibohongi, janji polisi mengungkap secara tuntas kasus Udin hanya omong kosong belaka. Polisi tidak mampu menyeret pembunuh Udin,” jelasnya.

Dalam aksinya, petugas Kepolisian dari Polresta Yogyakarta mengawal aksi wartawan itu dari awal hingga akhir. Tidak ada insiden berarti karena aksi wartawan ini merupakan aksi solidaritas. “Kita mendapatkan simpati dari seluruh wartawan se-Indonesia, bahkan internasional seperti dari negara tetangga Australia” kata Emo Wicaksono, peserta aksi.  Detik | Okezone