303 Mobil Dinas Dikandangkan, Walikota Ngantor Pakai Mobil Pribadi

303 Mobil Dinas Dikandangkan, Walikota Ngantor Pakai Mobil Pribadi

335
KENDARAAN DINAS DIKANDANGKAN--Seorang pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah kota Solo memarkirkan kendaraan dinasnya di lantai dasar gedung Setda Solo, Senin (5/8). Untuk menghindari penyalahgunaan kendaraan dinas selama libur lebaran, Pemerintah Kota Solo mengandangkan seluruh kendaraan dinas non operasional yang digunakan pegawainya di Balaikota Solo. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
KENDARAAN DINAS DIKANDANGKAN–Seorang pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah kota Solo memarkirkan kendaraan dinasnya di lantai dasar gedung Setda Solo, Senin (5/8). Untuk menghindari penyalahgunaan kendaraan dinas selama libur lebaran, Pemerintah Kota Solo mengandangkan seluruh kendaraan dinas non operasional yang digunakan pegawainya di Balaikota Solo. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

BALAIKOTA-Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Surakarta tanggal 5-9 Agustus 2013 mulai cuti bersama. Akibat cuti bersama tersebut, semua pelayanan terhenti total dan Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) menutup rapat kantornya dan menempelkan pengumuman.

Di balik sepinya kantor Balaikota akibat para PNS cuti bersama, ternyata masih ada kegiatan yang harus dilakukan para PNS, yakni mengandangkan semua mobil dinas baik kendaraan roda dua dan roda empat. Terhitung sejak larangan dikeluarkan pada Jumat (2/8), para PNS mulai dari Kepala SKPD, Sekda, Walikota, Wakil Walikota hingga staf dan pegawai harus mematuhi aturan tersebut dan harus mengandangkan mobil mereka di kantor Balaikota, Senin (5/8).

Akibat larangan tersebut kantor Balaikota dipenuhi mobil plat merah. Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo tak kalah ketinggalan untuk turut mengandangkan mobil dinas Toyota Camry warna hitam AD 1 A diparkir di belakang lobi Pendapi Gede. Diantarkan ajudannya di Balaikota, Walikota membawa mobil pribadi Daihatsu Hiline 1986 warna hitam AD 7913 KA dari rumah pribadinya di Pucnagsawit.

Akibat dikandangkannya Mobdin tersebut, Walikota menuju ke rumah dinas Loji Gandrung Laweyan terpaksa harus menggunakan mobil pribadi.

Di tempat parkiran lobi kantor Walikota, terdapat juga Mobdin milik Wakil Walikota (Wawali) Acmad Purnomo Honda Civic hitam AD 2 A, Mobdin Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Suharto Toyota Corolla Altis hitam AD 8 A.

“Mobdin AD 1 A milik saya sudah saya kandangkan lho mas, saya ke rumah dinas menggunakan mobil pribadi Daihatsu Hiline,” ujar Rudy berpamitan pada wartawan sambil mengendarai mobil pribadi sendirian tanpa sopir pribadi dan ajudan.

Menurut Rudy, pengandangan mobil itu dilakukan sampai Minggu (11/8) sudah bisa diambil kembali. Karena Senin (12/8) aktivitas PNS kembali masuk normal. Meskipun Mobdin dikandangkan, pelayanan PNS pada masyarakat tetap berjalan dan dapat menggunakan mobil pribadi. Bagi PNS yang tidak mengandangkan Mobdin akan dikenai sanksi berupa mencabut penggunaan Mobdin.

“Larangan Mobdin untuk mudik Lebaran sebagai langkah kehati-hatian Pemkot pada aturan imbauan KPK. Jangan sampai Mobdin yang merupakan milik negara dijadikan kepentingan pribadi,” katanya.

Dari pantauan Joglosemar, pengandangan Mobdin khususnya roda dua tidak semua dilakukan PNS. Hal tersebut terjadi lantaran ada PNS yang menggunakan sepeda motor untuk bekerja sehingga mengajukan surat keringanan dispensasi dari kepala SKPD dan ditandatangani petugas pendataan Mobdin.

Kabag Umum Sekretaris Daerah (Setda) Suwarta mengatakan, Mobdin yang dikandangkan merupakan kendaraan operasional. Jumlah Mobdin kendaraan roda empat sebanyak 138 kendaraan dan roda dua 303 kendaraan roda empat.

“Mobdin akan dijaga petugas selama 24 jam penuh. Pemilik kendaraan hanya menyerahkan kendaraan. Untuk surat kelengkapan Mobdin dan kunci kendaraan dibawa pemilik,” katanya. * Muhammad Ismail

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR