JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market 307 Lokomotif Dikerahkan untuk Lebaran

307 Lokomotif Dikerahkan untuk Lebaran

442
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SOLO- Sebanyak 307 lokomotif kereta api (KA) berbagai tipe mulai dikerahkan dari bengkel kereta api Balai Yasa Yogyakarta untuk menopang kelancaran angkutan Lebaran tahun ini.

Kepala Balai Yasa PT Kereta Api Indonesia (KAI), John Roberto, mengatakan, sebanyak 307 lokomotif tersebut sekitar 266 unit di antaranya dikerahkan untuk menarik kereta relasi perjalanan reguler sedangkan 41 unit untuk kereta cadangan yang disiagakan guna mengantisipasi kerusakan lokomotif crane di wilayah Solo dan Cirebon. “Jadi total kita mengerahkan 307 lokomotif mulai 24 Juli kemarin,” ujarnya, saat dihubungi Joglosemar, Rabu (31/7).

Dari 307 lokomotif itu, sekitar 55 unit di antaranya merupakan tipe baru bernomor seri 201, 203 dan 204 yang didatangkan bertahap dari General Elektrik sebuah pabrikan kereta api raksasa asal Amerika Serikat sejak Januari hingga Juli 2013. “Satu lokomotif yang dibeli dari GE dibanderol seharga Rp 22 miliar. Dan sampai akhir 2013 kita mendatangkan 100 unit,” imbuhnya.

Menurutnya, 55 lokomotif GE ini merupakan lokomotif baru yang ikut dikerahkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama Lebaran. Untuk satu unitnya, memiliki kecepatan mesin pendorong mencapai 2.250 tenaga kuda atau lebih cepat dari model lawas maksimal hanya 2.000 tenaga kuda.

Dijelaskan, dari total 307 lokomotif itu sebagian di antaranya kini mulai dioperasikan bagi 11 depo perkeretaapian dari ujung barat hingga timur Pulau Jawa antara lain Jatinegara Jakarta, Bandung, Cirebon, Kota Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, Malang, Surabaya dan Jember. “Sedangkan, sisanya sebanyak 44 unit dijalankan untuk wilayah Pulau Sumatera,” katanya.

Dengan mengerahkan ke-55 lokomotif dari GE ini, ditargetkan mampu meningkatkan kehandalan angkutan Lebaran selama arus mudik dan arus balik besok. Sebab, pada bagian interior lokomotif terdapat sistem monitor yang bisa melihat secara detail pola pengendali trek jalur perlintasan KA.

“Di bagian kemudinya, ada monitor khusus yang berfungsi sebagai pengendali kecepatan otomatis dan pengantisipasi gangguan pada jalur perlintasan. Seluruh alat-alat tersebut terpasang tepat di depan masinis kereta,” ungkapnya.

Selain itu, tipe lokomotif yang diimpor dari Amerika Serikat kali ini juga memiliki usia yang lebih muda daripada lokomotif lama yang telah usang lantaran telah berusia di atas 35 tahun. “Dan kita harapkan, hal ini bisa dilakukan untuk peremajaan lokomotif kereta api yang melintasi wilayah Jawa,” terangnya.

Satu lokomotif seri 201, 203 atau 204, mampu menarik gerbong barang berkapasitas 50 ton dan 15-20 kereta berkapasitas 600 orang. Sehingga, bisa dipastikan ada kecenderungan peningkatan kapasitas penumpang hingga menembus angka 2.500 jiwa dari kondisi sebelumnya hanya 2.000 jiwa setiap perjalanan.  Fariz Fardianto