36 Pejabat Eselon Dimutasi

36 Pejabat Eselon Dimutasi

317
PELANTIKA- 36 pejabat eselon saat diambil sumpah dalam pelantikan di Pendapa Kabupaten Boyolali, Jumat (23/8). Joglosemar|Ario Bhawono
PELANTIKA- 36 pejabat eselon saat diambil sumpah dalam pelantikan di Pendapa Kabupaten Boyolali, Jumat (23/8). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI- Bupati Boyolali Seno Samodro kembali melakukan mutasi di jajaran birokratnya, Jumat (23/8).  Sebanyak 36 pejabat eselon dimutasi, termasuk di antaranya posisi camat dan kepala Satpol PP.

Rincian pejabat yang dimutasi kali ini meliputi 14 pejabat eselon III, 19 pejabat eselon IV, dan tiga orang kepala sekolah. Pejabat eselon III yang dilantik di antaranya yakni Bony Facio Bandung, dari jabatan semula Kepala Satpol PP digeser menjadi Kabag Perekonomian Setda Boyolali menggantikan Supomo Harjo. Supomo digeser menjadi Kabag Kesra Setda Boyolali menggantikan Tri Murti yang pensiun. Sedangkan jabatan Kepala Satpol PP yang baru saat ini dipegang oleh Setyo Budi Iryanto.

Sedangkan posisi camat yang digeser, yakni Camat Karanggede yang semula dijabat Marjono digeser menjadi Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes). Posisi Camat Karanggede kemudian diisi oleh Binasih dari Setwan.

Dalam pelantikan yang dilakukan di Pendapa Kabupaten tersebut, Wakil Bupati Agus Purmanto mewakili Bupati, meminta supaya para pejabat tidak menyalah-gunakan kedekatan dengan pimpinan, khususnya menjadi pembisik negatif demi kepentingan pribadi. “Jadi pemimpin jangan suka main bakar kalau tidak ingin terbakar sendiri,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan untuk menjadi pemimpin (pejabat), harus melalui tahapan-tahapan dan sesuai aturan. Naik jabatan menurut dia tidak semestinya dengan mengorbankan bawahan atau main sikut kanan kiri. Naik jabatan menurut dia seyogyanya jika sudah waktunya naik dan sudah terpenuhi prosesnya.

Menurut dia, jangan sampai untuk mendapatkan jabatan seseorang malah memanfaatkan kedekatan dengan pemimpin dan menjadi pembisik yang bersifat negatif. Diakuinya pada jaman sekarang ada kecenderungan seperti itu bahkan dirinya pun sempat mendapat bisikan.“Jadi pemimpin itu mahal karena harus sekolah dan ada tahapannya, kalau belum waktunya ya jangan naik, dan kalau sudah menjadi pejabat maka tetap harus terus belajar,” tegas dia.

Sementara itu terkait posisi kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) yang hingga saat ini masih lowong, Untung Raharjo, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Boyolali menyatakan sampai saat memang belum ada yang menggantikan. “Belum ada, sementara ini masih dipegang Plt yakni sekretaris Disdikpora,” imbuh Untung. Ario Bhawono

BAGIKAN